RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap ada kejadian gempa bumi pada Senin (26/8/2024). Peristiwa tersebut merupakan gempa tektonik dan berpusat di Samudra Hindia, selatan Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dari hasil analisis BMKG gempa bumi tersebut berlokasi di laut pada jarak 107 Km arah Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 kilometer. Gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempang (megathrust).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust),” ujar Daryono dalam keterangannya, Senin (26/8/2024).
Daryono membeberkan, gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Sleman, Kota Jogja, Kulon Progo dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI. Kemudian pukul 20.20, dari hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini, tidak berpotensi tsunami,” sebut Daryono.
Daryono mengimbau, kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu juga menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
BMKG juga meminta agar masyarakat memastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Serta memastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pesan Daryono. (inu/eno)