Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Transaksi Non Tunai Makin Diminati Masyarakat, Capaian QRIS Seluruh DIY Alami Pertumbuhan 28,42 Persen

Gregorius Bramantyo • Selasa, 27 Agustus 2024 | 03:00 WIB
BAYAR NON TUNAI : Papan barcode QRIS terpajang di kios . Fasilitas pembayaran non-tunai tersebut disediakan pedagang untuk memudahkan transaksi.
BAYAR NON TUNAI : Papan barcode QRIS terpajang di kios . Fasilitas pembayaran non-tunai tersebut disediakan pedagang untuk memudahkan transaksi.

 


RADAR JOGJA – Capaian QRIS di DIY tumbuh solid hingga Juni 2024 dengan jumlah pengguna mencapai 875 ribu. Jumlah itu tumbuh 28,42 persen secara tahunan. Sementara jumlah transaksinya mencapai 69 juta transaksi atau tumbuh 205,11 persen. Jumlah nominal transaksi mencapai Rp 6,375 Triliun atau tumbuh 165,05 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hermanto mengatakan, transaksi non tunai saat ini menjadi kebutuhan masyarakat. QRIS menjadi bagian dari solusi masyarakat yang membutuhkan pembayaran non tunai.


Dari sisi merchant, hingga Juni 2024 telah terdapat 773 ribu merchant yang tergabung dalam ekosistem QRIS di DIY. Persebaran terbanyak berada di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Dari jumlah tersebut, 97 persen merchant QRIS merupakan merchant kategori UMKM. Sebab, 57 persen merupakan kategori usaha mikro.“Di wilayah DIY ditargetkan ada penambahan 49,6 juta transaksi di 2024, serta 125.413 pengguna baru QRIS,” katanya, Senin (26/8).


Ia menyebut, peningkatan penggunaan QRIS itu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi DIY. Sebab, dengan semakin banyak yang menggunakan transaksi digital, maka semakin cepat pertumbuhan ekonomi. Dibanding menggunakan uang tunai.


Ekonomi DIY sendiri tumbuh menjadi yang tertinggi di Jawa dengan 4,9 persen. Dengan inflasi sebesar 2,16 persen.Ekonomi DIY basisnya UMKM. Ekonomi di DIY yang mulai tinggi digital savvy-nya perlu didorong.


Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM DIY Tatik Ratnawati menjelaskan, saat ini jumlah UMKM yang ada di daerah DIY sekitar 340 ribu. Data itu mengacu kepada UMKM yang telah terdaftar di aplikasi Sibakul Jogja.

Dari jumlah tersebut, yang sudah melakukan penjualan secara daring melalui berbagai platform media sosial sudah mencapai sekitar 75 persen. “Sudah go digital memanfaatkan media promosi pemasaran atau pembayaran online seperti QRIS.

Penjualan online lewat akun WhatsApp bisnis, Instagram, Facebook, marketplace juga e-commerce seperti Tiktok dan Bukalapak,” jelasnya.


Ia menyebut, dengan penjualan dan pemasaran online maka jaringannya akan lebih luas. Baik di lokal, nasional, bahkan internasional. Sehingga tidak ada jarak ruang, waktu, dan lokasi bagi UMKM untuk berjualan. (tyo/din)

Editor : Satria Pradika
#transaksi non tunai #QRIS #DIY #bank indonesia #Kabupaten Sleman #Sibakul Jogja #UMKM #Ekonomi