Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekeringan di DIY Bakal Sampai Oktober, Kesulitan Air Bersih dan Kebakaran Semakin Meluas, Begini Antisipasi BPBD DIY

Agung Dwi Prakoso • Senin, 26 Agustus 2024 | 20:47 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad.  (Radar Jogja File)
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad. (Radar Jogja File)

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut, kekeringan kali ini bakal sampai dasarian tiga.

Yakni di bulan Oktober 2024. Meski begitu, dia mengklaim kebutuhan bantuan air bersih di Kabupaten/Kota se-DIY hingga saat ini masih tersedia.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan wilayah terkait untuk droping air bersih.

Selain itu, ia juga memastikan, jumlah truk tangki di Kabupaten/kota se-DIY masih tersedia.

"Gunungkidul sudah didroping air bersih. Dengan rincian dari kecamatan sekitar 2.000 tangki dan 800 tangki dari kabupaten," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/8/2024).

Ia menjamin bahwa stok air bersih untuk Gunungkidul dipastikan aman.

Kabupaten Kulon Progo juga telah dilakukan droping air bersih sebanyak 23 tangki dan Bantul 25 tangki.

"Di provinsi, stok air juga masih ada sekitar 100 tangki," tandasnya.

Hinga saat ini, dari provinsi masih belum menyalurkan bantuan karena masih tercover oleh Kabupaten/kota.

Ia menyatakan selalu siap jika tingkat Kabupaten/kota membutuhkan bantuan BPBD Provinsi.

Rencana modifikasi cuaca sampai saat ini juga belum bisa dipastikan.

Keputusan berada di Pusat, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Tren Beige Mom di TikTok: Gaya Hidup Serba Netral yang Mengundang Perdebatan

Menurutnya, tim sedang meneliti apakah terdapat awan yang mengandung titik air agar modifikasi cuaca bisa berjalan.

"Kemarin yang dilakukan di Bojonegoro Jawa Timur berhasil, namun yang di Wonogiri Jawa Tengah malah tidak berhasil. Karena tidak ada awan," jelasnya.

Selain itu, Noviar juga mengatakan bahwa dampak kekeringan juga berkaitan dengan kebakaran.

Ia mencatat selama bulan Agustus 2024 terdapat lima kejadian kebakaran hutan dan 14 rumah di DIY. "Lokasi hutan itu di Imogiri dan Gunungkidul," tandasnya.

Mayorutas faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran di musim kering adalah pembakaran sampah yang sembarangan. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kekeringan #kesulitan air bersih #kekeringan meluas #musim kemarau #Meluas