RADAR JOGJA - Persoalan hidup bisa berdampak besar pada kesehatan mental seseorang. Dalam kondisi ini, menerima layanan psikologi jadi jalan keluar yang dapat dipilih.
Psikolog Klinis Puskesmas Depok II Swastika Ayu Normalasari menuturkan, mayoritas pasiennya berada pada usia 20 hingga 30 tahun. "Masalah kejiwaan itu biologi, psikologi, sampai sosial memengaruhi," tuturnya.
Menurutnya, kehidupan manusia selalu berkembang. Ketika di akhir masa remaja, fungsi pertimbangan seseorang umumnya jadi lebih matang.
"Barangkali masalahnya sudah lama. Ketika fungsi pertimbangan sudah matang, akhirnya baru tahu kalau kejadian itu menyakitkan," jelasnya saat ditemui Radar Jogja.
Swastika menerangkan, beragamnya latar belakang yang ditemui seseorang juga bisa berpengaruh. Mereka yang kemampuan bertahan hidupnya rendah cenderung akan kaget dan berdampak pada gangguan psikologi. "Kondisi semacam itu bisa terjadi di dunia perkuliahan," tambahnya.
Gangguan psikologi juga bisa memasuki tahapan gawat darurat. Menurut Swastika, kondisi ini adalah ketika seseorang mulai menyakiti diri sendiri atau orang lain.
"Fenomena self harm itu karena mereka ingin mengeluarkan rasa sakitnya dalam bentuk fisik yang bisa dilihat. Jadi merasa lega ketika ada luka," tuturnya.
Dalam kondisi ini, orang terkait harus mengakses layanan psikiatri. Di sini puskesmas umumnya akan memberi rujukan ke rumah sakit.
Gangguan mental yang tak tertolong terkadang juga dapat menyebabkan seseorang memilih untuk mengakhiri hidupnya. Swastika menilai, langkah ini diambil sebagai strategi mengatasi stres, sebab seseorang merasa tidak lagi memiliki jalan keluar. "Dia merasa tidak ada harapan lagi dan melakukan mode shut down dalam dirinya," terangnya.
Oleh sebab itu, Swastika menekankan pentingnya lingkungan sekitar untuk memberikan dukungan kepada orang yang rentan. Bukan justru memberi stigma lemah atau manja.
"Setiap manusia pasti punya masalah yang membedakan cara mengontrolnya. Ada yang sampai bangun tidur aja enggan, makan enggak ada keinginan," tambah Swastika.
Untuk itu, bagi mereka yang merasa memiliki tekanan psikologis dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa coba berkonsultasi dengan psikolog.
"Biayanya bisa dicover BPJS. Nanti bisa melalui rujukan dari poli lain atau langsung mendaftar ke poli psikologi," tambah Swastika. (cr1/laz)
Editor : Satria Pradika