RADAR JOGJA - Pertanian kerap kali jadi bidang yang tidak diminati generasi muda. Namun, tidak dengan Jamaluddin Nur Ridho. Dia justru mempelopori berdirinya Kampung Nanas Jumbo di Margoluwih, Seyegan.
"Saya ingin ilmu yang saya dapatkan selama kuliah bermanfaat untuk orang lain," tutur Jamaluddin.
Jamaluddin menjelaskan, awalnya dia fokus mengembangkan bisnis jamur. Namun, jamur membutuhkan ruang khusus, jumlah bibit ribuan, hingga modal yang tinggi. Untuk itu, dalam memberdayakan masyarakat, Jamaluddin memilih nanas.
"Nanas jumbo jenis smooth cayenne. Satu buahnya bisa delapan kilo," tutur alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang ini.
Kegiatannya fokus di Padukuhan Barak 1 dan 2. Masyarakat di sana diberikan bibit gratis untuk ditanam di halaman rumah masing-masing. "Harga satu kilo itu sekitar Rp 20 ribu. Hasil panen nanti untuk mereka," tuturnya.
Dalam mengembangkan Kampung Nanas ini, dia didukung oleh kelompok wanita tani, Kalurahan Margoluwih, warga sekitar, hingga dosennya. "Kami sedang mempersiapkan lahan untuk agroeduwisata yang terintegrasi," ucap Peraih Juara 3 dalam Pemuda Pelopor Nasional yang digelar Kemenpora RI ini.
Jamaluddin sendiri tidak hanya sekadar mendirikan Kampung Nanas. Namun, ikut memberikan penyuluhan soal budi daya nanas yang baik. Mulai dari penyiapan media tanam hingga pemberian pupuk berimbang.
"Ketika media tanam semakin besar, buahnya juga akan mengikuti," sebutnya.
Meski demikian, dia menilai nanas adalah tanaman yang sangat mudah hidup. Jamaluddin mengibaratkan, bibit nanas yang dilempar saja akan tumbuh dengan baik.
"Nanas juga tahan panas. Disiram tiga hari atau seminggu sekali tidak masalah," jelasnya.
Sementara untuk rasa, Jamaluddin yakin nanas jumbo ini tak kalah segar dibanding nanas pada umumnya. Cita rasanya adalah asam berbalut rasa manis.
Laki-laki yang lahir di Margoluwih ini mengaku, dia hanya ingin mengharumkan nama kampungnya. Selain itu, ikut mendorong ketahanan pangan, bahkan ketahan ekonomi warga setempat.
"Semoga jadi inspirasi generasi muda juga. Bidang pertanian itu bisa asik," jelasnya.
Ke depan, di Kampung Nanas ini akan coba mengembangkan olahan nanas. Baik itu dibuat manisan, dodol, hingga selai.
"Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta. Tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa," ujar Jamaluddin menirukan ucapan Mohammad Hatta ketika ditanya soal motto hidupnya. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika