Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

JFW 2024 Batu Loncatan Menuju Jogja Fashion Dunia, Dari Kenduren hingga Lurik Menjadi Inpirasi Konsep Fashion

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 25 Agustus 2024 | 13:25 WIB
Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menargetkan gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2024 sebagai batu loncatan menuju Jogja Fashion Dunia.(agung dwi prakoso/ RADAR JOGJA)
Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menargetkan gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2024 sebagai batu loncatan menuju Jogja Fashion Dunia.(agung dwi prakoso/ RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menargetkan gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2024 sebagai batu loncatan menuju Jogja Fashion Dunia. Konsep unik yang kental dengan lokalitas dari setiap desainer ikut hadir meramaikan JFW 2024 ini.

Kepala Dinas Perdagangan DIJ Syam Arjayanti mengatakan JFW 2024 memasuki usia 19 tahun dengan mengusung tema Fusion Fashion. Even ini lebih ramai dari tahun lalu. Selain itu juga diisi oleh kelompkk Industri Kecil Menengah (IKM) yang sebelumnya kelompok asosiasi."Target transaksi Rp 2 Miliar atau empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan lalu," ujarnya, kemarin (24/8).

JFW 2024 juga dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk fashion dari Yogyakarta ke mancanegara. Ekspor DIY selama beberapa tahun ini masih didominasi oleh pakaian jadi bukan rajutan, perabot dan penerangan rumah, barang dari kulit, anyaman dan juga rajutan. Tujuan utama ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Australia, dan Belanda.

Tahun ini, sampai dengan Juni, nilai ekspor DIJ mencapai 246,03 Juta USD. Produk pakaian dinilai masih menempati urutan atas.Ini berarti bahwa ekspor produk pakaian jadi masih sangat diminati dan memiliki prospek sangat baik," bebernya.Konsep desain fashion unik dan kental akan muatan lokal juga beberapa bisa ditemukan di gekaran JFW 2024. Karya tersebut di antaranya garapan desainer Astrid Ediati yang berjudul Kenduren."Terinspirasi dari tradisi Jawa untuk berkumpul mendoakan kematian, kelahiran, dan syukuran lainnya," ujarnya.

Pada umumnya, yang datang dalam kenduren adalah bapak-bapak atau pria. Kebanyakan mereka mengenakan sarung. Sarung inilah yang menjadi inspirasi untuk koleksi busana kali ini.Koleksi busana ini mengacu pada trend fashion 2024/2025.”Tema yang saya pilih yaitu Fusion Borderless," tuturnya.

Desainer Dewi Roesdji mengatakan koleksi yang ia tampilkan meninjolkan wastra wastra Indonesia atau kain tradisional yakni lurik. Lurik diubah fungsi menjadi pakaian casual dan kekinian. Dia membuat busana dan menampilkan untuk masyarakat Jogja (untuk memberitahu) bahwa lurik itu tidak hanya dipakai saat normal tetapi juga bisa dipakai untuk baju malam atau menjadi sesuatu yang baru yang lebih casual.

Jika biasanya terbatas pada gaya klasik penuh pakem, busana bergaya modern dan kasual pun bisa dibuat dengan wastra. Sehingga desain terkini itu membuat wastra tidak lagi identik sebagai ”kain orang tua”. (oso/din)

 

 

Editor : Satria Pradika
#JFW 2024 #Syam Arjayanti