Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dorong Jogja Fashion Week 2024 Mendunia: Tingkatkan Ekspor Produk Fashion ke Mancanegara

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 21:32 WIB
Suasana Gelaran JFW 2024 di Jogja Expi Center (JEC). 
Suasana Gelaran JFW 2024 di Jogja Expi Center (JEC). 

JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2024 sebagai batu loncatan menuju Jogja Fashion Dunia.

Konsep unik yang kental dengan lokalitas dari setiap desainer ikut hadir meramaikan JFW 2024.

Kepala Dinas Perdagangan DIY Syam Arjayanti mengatakan JFW 2024 memasuki usia 19 tahun dengan mengusung tema Fusion Fashion.

Dia menargetkan event tersebut lebih ramai dari tahun lalu.

Event kali ini diisi oleh kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) yang sebelumnya kelompok asosiasi.

"Target kami bisa tercapai transaksi sekitar Rp 2 miliar atau empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan event 2023 lalu," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/8//024).

JFW 2024 juga dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk fashion dari Yogyakarta ke mancanegara.

Menurutnya ekspor DIY selama beberapa tahun ini masih didominasi oleh pakaian jadi bukan rajutan, perabot dan penerangan rumah, barang dari kulit, anyaman dan juga rajutan.

Tujuan utama ekspor masih ke negara-negara di Amerika, Jepang, Jerman, Australia dan Belanda.

"Jogja Fashion Week tahun ini kami jadikan batu loncatan menuju target Jogja pusat fashion dunia," kata Syam.

Tahun ini, sampai dengan bulan Juni 2024, nilai ekspor DIJ mencapai 246,03 Juta US$. Produk pakaian dinilai masih menempati urutan atas.

Suasana Gelaran JFW 2024 di Jogja Expi Center (JEC). 
Suasana Gelaran JFW 2024 di Jogja Expi Center (JEC). 

"Ini berarti bahwa ekspor produk pakaian jadi masih sangat diminati dan memiliki prospek sangat baik," bebernya.

Konsep desain fashion unik dan kental akan muatan lokal juga beberapa bisa ditemukan di gekaran JFW 2024.

Karya tersebut diantaranya karya desainer Astrid Ediati yang berjudul Kenduren.

"Terinspirasi dari tradisi Jawa untuk berkumpul mendoakan kematian, kelahiran, dan syukuran lainnya," ujarnya.

Pada umumnya, yang datang dalam kenduren adalah bapak-bapak atau pria.

Kebanyakan mereka mengenakan sarung. Sarung inilah yang menjadi inspirasi untuk koleksi busana kali ini.

"Koleksi busana ini mengacu pada trend fashion 2024/2025, dengan tema yang saya pilih yaitu Fusion Borderless," tuturnya.

Selanjutnya, Desainer asal Jogja Dewi Roesdji mengatakan koleksi yang ia tampilkan meninjolkan wastra wastra Indonesia atau kain tradisional yakni lurik.

Lurik diubah fungsi menjadi pakaian casual dan kekinian.

"Saya membuat busana dan menampilkan untuk masyarakat Jogja (untuk memberitahu) bahwa lurik itu tidak hanya dipakai saat normal tetapi juga bisa dipakai untuk baju malam atau menjadi sesuatu yang baru yang lebih casual," jelasnya.

Jika biasanya terbatas pada gaya klasik penuh pakem, busana bergaya modern dan kasual pun bisa dibuat dengan wastra.

Sehingga desain terkini itu membuat wastra tidak lagi identik sebagai ”kain orang tua”. (oso)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ekspor #produk #industri kecil menengah (IKM) #Dinas Perdagangan DIY #mendunia #Jogja Fashion Week 2024 #Jogja Fashion Week #Tingkatkan #dorong #event #fashion #desainer #Jogja #Mancanegara #lokalitas