JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai mewaspadai penyebaran penyakit Japanese Encephalitis (JE).
Penyakit tersebut disinyalir dapat menyebabkan radang otak. Puluhan ribu anak diketahui menjadi sasaran imunisasi.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, sasaran imunisasi JE meliputi anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun.
Adapun di Kota Jogja sendiri jumlah anak yang memiliki rentang usia tersebut berjumlah 72.322 jiwa.
Endang menjelaskan, bahwa imunisasi JE dilakukan untuk mencegah penyakit radang otak yang disebarkan oleh nyamuk berjenis Culex.
Kegiatan tersebut merupakan program pemerintah pusat, sehingga akan dilakukan secara gratis dan serentak pada tanggal 3 September 2024 mendatang.
Menurut dia, imunisasi tersebut juga merupakan wujud kewaspadaan pemerintah terhadap penyebaran penyakit JE.
Sebab di DIY sendiri sudah ditemukan 13 kasus infeksi JE.
Namun dari jumlah itu memang tidak ada satupun yang berasal dari Kota Jogja.
“Untuk kegiatan imunisasi rencana dilaksanakan di Graha Pandawa Balaikota,” ujar Endang, Jumat (23/8/2024).
Endang melanjutkan, untuk saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar pelaksanaan imunisasi tersebut bisa sesuai jadwal.
Baca Juga: PS Barito Putera Ketahui Kualitas Persebaya Surabaya, Rahmad Darmawan Bertekad Imbangi Green Force
Misalnya dengan puskesmas dan tenaga kesehatan yang akan bertugas sebagai penyuntik vaksin.
Selain itu, Dinkes Kota Jogja juga tengah menyusun jadwal pelaksanaan imunisasi JE di sekolah-sekolah.
Adapun untuk pelaksanaan di satuan pendidikan itu nantinya akan disesuaikan dengan hasil koordinasi antara puskesmas dengan sekolah.
“Pelaksanaan (imunisasi JE) di sekolah atau wilayah sesuai dengan hasil koordinasi puskesmas, sekolah dan wilayah, sesuai jadwal masing-masing," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengungkap, imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran infeksi JE di Kota Jogja.
Itu juga melihat karena sudah ada temuan kasus di DIY.
Dia menjelaskan, infeksi JE pada manusia biasanya ditandai dengan gejala ringan, sedang atau bahkan tidak bergejala.
Gejala infeksi JE awalnya ditandai dengan demam tinggi, pada anak gejalanya demam, muntah, diare, dan kejang.
Gejala itu biasanya muncul 4-14 hari setelah gigitan nyamuk.
“Infeksi JE bisa menyebabkan kematian dan kecacatan."
"Sampai saat ini JE belum ada obatnya, tapi bisa dicegah dengan imunisasi JE," ungkap Emma. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin