RADAR JOGJA - Hasil produksi dari kampung-kampung sayur yang ada di Kota Jogja akan dikembangkan agar lebih produktif. Yakni untuk oleh-oleh bagi wisatawan, di samping fungsi utamanya sebagai bahan pangan masyarakat.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Muhammad Imam Nur Wahid mengatakan, program kampung dan lorong sayur memang tengah digalakkan di kelurahan di Kota Jogja.
Upaya itu dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong sekaligus membentuk Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA),
Namun lebih dari itu, juga perlu upaya tindak lanjut agar produksi dari kampung-kampung sayur bisa diolah. Salah satu yang kini diprogramkan adalah membuat hasil dari kampung sayur sebagai kudapan untuk oleh-oleh wisatawan.
Upaya itu penting dilakukan agar kampung-kampung sayur di Kota Jogja memiliki arah untuk mengolah hasil produksinya. Serta agar kemudian kader kampung sayur tidak hanya terpaku pada proses perawatan tanaman saja.“Ketika sudah berproduksi kami arahkan untuk membuat pangan olahan,” ujar Imam, Kamis (22/8).
Menurutnya, program kampung dan lorong sayur juga tidak sekadar untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Namun juga merupakan upaya untuk merestorasi ekologi di Kota Jogja. Imam menilai, salah satu permasalahan yang kini dihadapi Kota Jogja adalah banyaknya lahan kosong yang difungsikan untuk bangunan. Sehingga pihaknya pun terus berupaya agar lahan kosong bisa difungsikan sebagai lahan pertanian.“Kampung sayur ke depannya untuk restorasi ekologi, agar lahan kosong tidak jadi bangunan,” katanya.
Sebagai informasi, untuk mengenalkan potensi hasil produksi kampung sayur dan produk pangan lokal di Kota Jogja juga. DPP juga akan menyelenggarakan Festival Pangan Lokal pada 24-25 Agustus mendatang.Festival akan digelar di Lapangan Widorokandang SMA 3 Padmanaba Kotabaru.
Bentuk kegiatannya sendiri nanti akan lomba landscape sayur, lomba tanaman cabai, dan lomba B2SA. Selain itu juga ada kegiatan hiburan seperti konser musik, film, dan stand kopi. “Serta kirab budaya pangan dan seni pertunjukan tradisional,” terangnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko menyampaikan, kampung sayur harus konsisten menyelenggarakan paket-paket wisata. Sebab hal tersebut dapat menjadi potensi untuk menarik minat wisatawan. Baik itu lokal maupun mancanegara.
Dengan terus konsisten mengembangkan potensi yang ada di wilayah dapat memberikan nilai tambah bagi setiap potensi.”P ada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Wahyu. (inu/din)
Editor : Satria Pradika