Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Didit Adiribowo, Warga Kota Jogja Yang Sukses Budidayakan Ayam Serama, Ayam Terkecil di Dunia, Makin Sombong Makin Mahal

Iwan Nurwanto • Kamis, 22 Agustus 2024 | 04:55 WIB
Didit Adiribowo bersama dengan ayam-ayam serama peliharaannya.DOKUMENTASI PRIBADI DIDIT ADIRIBOWO.
Didit Adiribowo bersama dengan ayam-ayam serama peliharaannya.DOKUMENTASI PRIBADI DIDIT ADIRIBOWO.


RADAR JOGJA - Hobi yang ditekuni tidak jarang justru mendatangkan rezeki. Kata-kata itu mungkin tepat bagi Didit Adiribowo. Pemilik Banjarandhap Serama Jogja ini sukses mendapatkan pundi-pundi rupiah dari budidaya ayam terkecil di dunia. Berikut kisahnya.


Iwan Nurwanto, Jogja


Lokasinya berada di pusat Kota Jogja. Di dalam Njero Beteng di Jalan Polowijan No.21, Kadipaten, Kraton, Kota Jogja. Tempat tersebut merupakan lokasi peternakan milik Didit Adiribowo yang memiliki ratusan ekor Ayam Serama.


Sebagai informasi, Ayam Serama sendiri merupakan jenis ayam terkecil di dunia. Bentuknya sekilas mirip dengan Ayam Kate. Namun yang cukup mencolok perbedaannya adalah pada bentuk tubuh.


Ayam Serama yang diketahui berasal dari Malaysia ini cenderung memiliki dada yang membusung. Sementara Kate justru lebih mirip ayam biasa namun berukuran kecil.
Banjarandhap Serama mulai membudidayakan Ayam Serama pada 2015 lalu. Awalnya karena Didit menyukai ayam berukuran mini itu karena bentuk tubuhnya yang lucu. Serta dapat bergaya bak orang sombong karena ketika berjalan dadanya membusung.


Mulanya, Didit memelihara satu pasang Ayam Serama. Namun seiring waktu berjalan dia mulai mengembangbiakan ayam tersebut. Adapun sekarang sudah ratusan ayam yang dirawatnya. “Jadi awalnya saya melihat ayam ini cukup menarik karena termasuk ayam terkecil di dunia, jadi saya pelihara sepasang kemudian beranak pinak,” ujar Didik saat dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa (20/8).


Selai fokus membudidayakan, Didit juga cukup aktif dalam komunitas ayam serama. Dia sendiri merupakan ketua Masyarakat Pecinta Ayam Serama Jogja atau disingkat Mataram Jogja.


Komunitas tersebut merupakan wadah bagi sesama pecinta Ayam Serama di Jogjakarta untuk berbagi cara perawatan. Disamping itu, juga kerap melaksanakan lomba Ayam Serama. “Sudah enam kali kami melaksanakan lomba Ayam Serama Piala Raja,” terang Didit.


Dia mengakui, harga Ayam Serama memang semakin mahal ketika berhasil memenangkan kontes. Adapun penilaian kontes Ayam Serama sendiri dilihat dari kemampuan ayam bergaya di atas meja.


Ayam Serama yang dikonteskan ibarat peragawan yang berjalan di atas catwalk. Sehingga yang dinilai pun meliputi bagaimana berjalan dan berlenggak-lenggok di hadapan dewan juri.


Bagaimana harganya? Didit menyebut, harga Ayam Serama kualitas kontes pun bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sementara untuk Ayam Serama yang sekadar untuk dipelihara harganya berkisar ratusan hingga jutaan rupiah. “Untuk perawatan sama seperti ayam pada umumnya, tinggal diberi pakan dan dirawat kebersihan kandangnya. Serta sesekali di jemur di bawah sinar matahari,” terang Didit. (pra)

 

Editor : Satria Pradika
#Ayam Serama #Kota Jogja #kraton #ayam terkecil di dunia #budidaya #Mengenal