Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sleman, Harda Kiswaya: Semoga Dimudahkan Allah

Delima Purnamasari • Senin, 19 Agustus 2024 | 21:12 WIB

Baliho pilkada yang bertebaran di kabupaten Sleman
Baliho pilkada yang bertebaran di kabupaten Sleman
SLEMAN, RADAR JOGJA - Surat Rekomendasi DPP PKB yang jatuh kepada Harda Kiswaya dan Danang Maharsa sebagai calon bupati-wakil bupati membuka potensi pilkada Sleman hanya memiliki calon tunggal.

Hal ini lantaran peluang PKS untuk kembali ke Koalisi Sleman Baru (KSB) masih terbuka.

Sebagaimana diketahui, DPP PKB telah menerbitkan surat bernomor 35045/DPP/01/VIII/2024 yang diteken Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal M. Hasanuddin Wahid.

Surat tertanggal 16 Agustus 2024 itu memutuskan memberikan persetujuan kepada calon bupati Harda Kiswaya dan calon wakil bupati Danang Maharsa.

"Kalau dalam dunia politik semua kemungkinan bisa terjadi," jelas Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar.

Sebelumnya, DPP PKS sendiri telah mengeluarkan rekomendasi untuk Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati.

Namun, surat rekomendasi dari DPP PKS dengan nomor 629.15.4.A/SKEP/DPP-PKS/2024 yang ditandatangani Presiden PKS Ahmad Syaikhu ini masih belum menyebut pasangan calon.

Indra sendiri mengaku, PKS juga masih memiliki komunikasi baik dengan semua pihak, termasuk dengan KSB.

Terlebih, rencana untuk berpamitan secara resmi pada KSB setelah keluarnya surat rekomendasi tersebut belum jadi dilakukan.

"Belum (pamit, Red). Belum nemu waktu yang tepat," ujarnya Senin (19/8).

Sebelumnya, koalisi pendukung petahana Kustini terdiri dari tiga partai, yakni PAN, PKS, dan PKB.

Total kursi ketiganya berjumlah 19. Dengan lepasnya PKB , kedua partai ini hanya memiliki 12 kursi.

Sementara KSB, semakin kokoh dengan perolehan 38 kursi.

Apabila nanti PKS kembali bergabung ke KSB maka hanya tersisa PAN dengan 6 kursi saja.

Jumlah ini tidak mencukupi standar minimal partai pengusung, yakni 10 kursi.

Walau demikian, Indra mengaku masih menunggu pernyataan resmi dari DPC PKB Sleman. "Kabarnya akan diberikan Rabu besuk. Kami tunggu saja," tambahnya.

Sementara itu, Koordinator KSB Sukaptana menuturkan, melawan kotak kosong dalam kontestasi politik adalah hal yang wajar.

"Namanya dinamika politik. Perlu komunikasi dan pendekatan," tuturnya.

Soal nanti koalisinya jadi kokoh dengan bergabungnya PKS, Sukaptana menuturkan tidak mau berandai-andai sebelum semua rekomendasi turun.

"Lihat perkembangan saja dulu," tuturnya.

Di sisi lain, Harda Kiswaya mengaku, apa pun yang terjadi nanti dalam pemilihan ini, dia hanya berharap agar semua bisa berjalan lancar.

"Dengan kondisi apa pun, semoga dimudahkan Allah SWT," tuturnya.

Harda sendiri mengaku sudah menyiapkan strategi khusus semisal harus melawan kotak kosong.

Utamanya untuk menjaring lebih dari 50 persen suara sah dan memenangkan pilkada Sleman 2024 ini. 

Editor : Bahana.
#dpp pkb #Sleman #PKS #pilkada sleman #Harda Kiswaya