JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat sudah ada enam kasus leptospirosis sepanjang tahun 2024 ini.
Masyarakat pun diimbau untuk waspada sebab sudah ada satu kasus pasien meninggal dunia.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, enam kasus leptospirosis itu ditemukan tersebar di enam kemantren.
Meliputi kemantren Gondokusuman, Mantrijeron, Ngampilan, Kotagede, Tegalrejo, dan Mergangsan.
“Untuk yang meninggal dunia ditemukan di Gondokusuman pada awal tahun lalu,” ujar Endang saat dikonfirmasi, Senin (19/8/2024).
Endang melanjutkan, bahwa leptospirosis sendiri merupakan penyakit yang disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus.
Penyakit tersebut kerap ditemui pada wilayah kumuh.
Termasuk pemukiman yang terdapat tumpukan sampah atau barang bekas.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penyebaran leptospirosis masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan wilayah sekitar rumah.
Agar kemudian tidak menjadi sarang atau tempat berkembang biak tikus penyebar leptospirosis.
Sebagai informasi, penyakit leptospirosis disebarkan oleh tikus melalui air kencingnya.
Biasanya, bakteri penyebab penyakit tersebut masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir.
Sehingga masyarakat pun perlu menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu ketika beraktivitas pada tempat yang disinyalir sebagai sarang tikus.
“Kami juga imbau agar masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” sambung Endang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyampaikan, leptospirosis semakin meningkat potensi penularannya setiap musim hujan.
Sebab saat musim tersebut biasanya cukup banyak terjadi genangan air.
Kota Jogja disebutnya juga memiliki riwayat adanya penyakit leptospirosis setiap tahun.
Selama tahun 2023 lalu total ada 23 kasus leptospirosis.
Namun dari puluhan kasus itu tidak ada yang sampai meninggal dunia.
Lana menjelaskan, masa inkubasi Leptospirosis biasanya rata- rata 7 hingga 10 hari.
Gejala-gejala tubuh yang terinfeksi leptospirosis berupa demam, nyeri kepala, nyeri otot, khususnya di daerah betis, paha, mata kuning dan tidak kencing sampai 6 jam setelah 2-5 hari sebelumnya.
“Jika mengalami gejala-gejala itu dan melakukan pekerjaan yang berisiko terpapar urine tikus diharapkan segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas terdekat,” pesannya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin