RADAR JOGJA - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Jogja masih cukup tinggi. Yakni mencapai sekitar 6,07 persen. Sehingga berbagai upaya untuk mengatasi dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Jogja Erna Nur Setyaningsih mengatakan, pandemi Covid-19 memang berdampak pada naiknya TPT di Kota Jogja. Sebab pada masa itu gelombang pemutusan hak kerja (PHK) masif terjadi.“Saat pandemi PHK memang ada, tapi tidak setinggi daerah lain," ujar Erna, Minggu (18/8).
Dia membeberkan, pada masa pandemi TPT di Kota Jogja pengangguran mencapai 13 persen. Kemudian dua tahun berselang angka pengangguran atau TPT mulai mengalami penurunan ke angka 6,07 persen.
Menurut dia, bertumbuhnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) saat itu cukup berperan penting dalam penurunan tingkat TPT. Lantaran sektor tersebut banyak menyerap tenaga kerja atau membuat masyarakat kembali memiliki penghasilan.
Namun meski turun, Erna tak menampik, tingkat TPT di Kota Jogja memang masih cukup tinggi. Sebab saat sebelum pandemi tingkat TPT di Kota Jogja hanya berkisar 3-4 persen.
Berbagai upaya pun terus digulirkan oleh pihaknya untuk menekan angka pengangguran.
Di antaranya dengan menggelar bursa kerja atau job fair. Serta meningkatkan kemampuan tenaga kerja mandiri (TKM) melalui program pelatihan.”Kami targetkan (penurunan angka pengangguran) bisa sama seperti sebelum pandemi,” terang Erna.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jogja Wirawan Haryo Yudo berharap, agar para pencari kerja dapat proaktif untuk mengikuti program bursa kerja. Sebab program tersebut merupakan salah satu wadah untuk memperluas jaringan serta meningkatkan pengetahuan.
Kemudian bagi perusahaan, program bursa kerja dapat dimanfaatkan untuk mencari talenta-talenta terbaik. Sehingga kemudian dapat menjadi media untuk mencari karyawan yang mampu meningkatkan pertumbuhan perusahaan.
“Langkah ini kami harapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Jogja,” tandas Yudo. (inu/din)
Editor : Satria Pradika