Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cucu HB VIII Acun Hadiwidjojo Sesalkan Banyak yang Ambisi Nyalon Jadi Wali Kota Jogja Klaim Direstui Keraton, Sebut Maine Njijiki Tenan, Memalukan!

Iwan Nurwanto • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 02:20 WIB

 

Ilustrasi Pilkada 2024
Ilustrasi Pilkada 2024

RADAR JOGJA -  Kontestasi pemilihan wali kota Jogja memantik emosi kalangan kerabat Keraton Jogja. Salah satunya diungkapkan oleh Acun Hadiwidjojo, cucu Sultan Hamengku Buwono VIII. 


Pria bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poerbokusumo ini mengaku jengkel dengan sejumlah orang yang berambisi maju sebagai calon wali kota. Ini karena dalam proses menjaring dukungannya menjual nama Keraton Jogja untuk kepentingan politik praktis.


Acun menyebut ada sejumlah bakal calon yang sampai mencatut nama keluarga keraton untuk mendapatkan rekomendasi partai politik. Kemudian juga ada yang berfoto dengan Sultan HB X lalu foto itu disebarluaskan dan dibumbui cerita sudah direstui raja keraton.
"Maine njijiki (menjijikkan, Red) tenan. Sangat memalukan," ujar Acun dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja Jumat (16/8).


Oleh karena itulah, ia berpesan kepada siapa saja yang ingin maju menjadi wali kota atau kepala daerah di DIY agar tidak membawa-bawa nama Keraton Jogja. Serta jangan sekali-kali mengklaim telah direstui Sultan HB X. Termasuk menyatakan telah mendapatkan dukungan dari GKR Hemas atau GKR Mangkubumi.


Sepemahaman pria yang tinggal di Ndalem Notoprajan ini, Ngarsa Dalem memang memberikan restu bagi siapa pun yang meminta restu. Kendati begitu, hal itu kemudian jangan diartikan sebagai bentuk dukungan di Pilkada 2024.


"Karena restu itu bukan dukungan. Sekali lagi, jika ada yang nekat membawa-bawa nama Ngarsa Dalem, GKR Hemas atau Gusti Mangkubumi, pasti akan saya lawan," tegas Acun.


Ia pun meminta kepada siapa pun yang akan maju sebagai calon wali kota atau bupati, juga dapat bertarung secara gentle. Artinya, tidak mencatut nama Keraton Jogja, apalagi sesumbar seakan-akan sudah mendapatkan dukungan dari keraton.


Menurutnya, selama ini baru Afnan Hadikusumo yang belum mengklaim mendapatkan dukungan dari Keraton Jogjja. Walaupun sejatinya salah satu tokoh Muhammadiyah itu dekat dengan GKR Hemas karena sama-sama menjadi DPD RI dari DIY.


"Saya tidak pernah mendengar Mas Afnan mengklaim didukung GKR Hemas. Tidak pernah ngomong memiliki kedekatan dengan keraton," sebut Acun. (inu/laz)

Editor : Satria Pradika
#Cucu HB VIII #Acun Hadiwidjojo #Yogyakarta #KRT #Wali Kota Jogja #kepentingan politik #keraton jogja #DIY #nyalon #Kanjeng Raden Tumenggung #Jogja