JOGJA - Di era digital yang berkembang pesat, siswa SMAN 3 Jogja menunjukkan dedikasi mereka untuk melestarikan budaya dan tradisi.
Empat strategi utama diterapkan oleh generasi muda ini untuk mempertahankan nilai-nilai leluhur.
Hal tersebut terungkap dalam gelar karya P5 (proyek penguatan profil pelajar Pancasila) pada Kamis (15/8/2024).
Pagelaran itu dimotori kelas X atau siswa baru.
Mereka sukses menggelar event sekolah dengan kata kunci kearifan lokal.
Menampilkan kolaborasi dari lima kelas berbeda.
Memamerkam teknologi informasi, bazaar, teater, tari, dan instrumen.
Bendahara utama event tersebut, Rieva Aisha Fairisha mengatakan di era gencarnya teknologi, acara tersebut menjadi upaya strategis untuk mengingatkan generasi muda tentang kekayaan budaya dan tradisi.
“Pesan moralnya adalah kebijaksanaan dalam menghargai tradisi dan menjaga tradisi di tengah gempuran teknologi," kata Rieva Aisha Fairisha.
Melalui sejumlah kegiatan, para peserta terlihat antusias.
Sedikitnya ada empat strategi yang dibeberkan Gen-Z di sekolah ini untuk menjaga budaya dan tradisi.
"Pertama, siswa harus aktif dalam organisasi budaya di sekolah," ucap siswi kelas X ini.
Kedua, siswa mengintegrasikan elemen budaya dalam proyek teknologi, seperti aplikasi yang mengedukasi tentang sejarah dan seni tradisional.
"Salah satunya game kearifan lokal dan filter TikTok buatan siswa," ucapnya.
Ketiga, memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan pengetahuan dan praktik budaya.
Terakhir, mengadakan kegiatan rutin, seperti pentas seni.
"Dalam teater kali ini menampilkan tentang tema menjaga budaya dan tradisi," ungkapnya.
Dengan upaya ini, SMAN 3 Padmanaba Jogja berkomitmen untuk menjaga kekayaan budaya di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Sementara itu, Pimpinan Produksi event tersebut Aqila Nafie El Nazir menyampaikan acara terlaksana berkat dukungan dari iuran siswa dan sumbangan sukarela dari orangtua.
Melibatkan koordinasi intensif dan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk fasilitator dari P5 dan kakak kelas.
PLT Kepala SMAN 3 Jogja Suhirno mengapresiasi suksesnya acara tersebut.
Dia berharap langkah positif siswa dapat memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal serta memperkuat semangat kebersamaan di kalangan siswa.
"Padmanaba sudah melahirkan banyak tokoh-tokoh penting di negeri ini."
"Kami berharap itu menjadi motivasi bagi para siswa," kata Suhirno. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin