Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 345.000 Pelaku UMKM di Jogjakarta Berpeluang Dapat Bantuan Permodalan Skema Wakaf

Gunawan RaJa • Kamis, 15 Agustus 2024 | 00:58 WIB
Pelaku UMKM di Jogjakarta hadir dalam demo day embracing pentahelix collabiration to elevate green & Slsustainable business di The Hotel Malioboro pada Rabu (14/8/2024).  (GUNAWAN/Radar Jogja)
Pelaku UMKM di Jogjakarta hadir dalam demo day embracing pentahelix collabiration to elevate green & Slsustainable business di The Hotel Malioboro pada Rabu (14/8/2024). (GUNAWAN/Radar Jogja)

JOGJA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Provinsi DIJ berpeluang mendapatkan bantuan permodalan. Selain suntikan dana segar, juga skema modal wakaf produktif.

Kabar baik tersebut terungkap dalam acara demo day embracing pentahelix collabiration to elevate green & Slsustainable business di The Hotel Malioboro pada Rabu (14/8/2024).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh IBISMA UII bekerjasama dengan Kemenkop UKM RI
dalam rangka peningkatan kapasitas startup tahun anggaran 2024.

"Tujuan acaranya adalah mempertemukan tenant binaan dengan tiga akses strategis," kata Kepala Inkubator Bisnis Teknologi IBISMA UII Bagus Panuntun.

Masing-masing, akses berjejaring mitra bisnis, mitra permodalan seperti, venture capital syariah maupun konfensional, dan mitra pendanaan usaha.

"Harapan kami, mitra dan tanent tertarik dan akan kami fasilitasi dengan letter of intent," ujarnya.

Berupa surat kesepakatan awal kerjasama antara tanent, mitra bisnis maupun mitra pendanaan. Jika tidak ingin berhutang, tanent bisa memanfaatkan program lain.

"Yakni penyaluran wakaf produktif (benda tidak bergerak yang bisa digunakan oleh penerima bantuan)," ucapnya.

Dikatakan program inkubasi areanya di tiga industri yakni, agriculture, aquaculture, dan greenbusiness.
Selain bekerjasama dengan Kemenkop UKM RI, pihaknya juga menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DIJ, dan tingkat kabupaten.

"Peserta yang hadir dalam adalah mereka yang lolos inkubasi tingkat provinsi, sehingga bisa naik kelas (omzet dan asset) menengah dan ekspor," ungkapnya.

Artinya peluang ratusan ribu UMKM yang tersebar di wilayah Jogjakarta untuk bergabung dalam tanent IBISMA UII terbuka sangat lebar.

"Jika dilihat dari prodak, inovasi dan SDM tidak kalah bersaing, tapi yang perlu disenggol mindsetnya (enggan beranjaka dari zona nyaman)," terangnya.

Sementara itu,
Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DIJ Agus Mulyono mengatakan bahwa peran pentahelix dalam pengembangan start-up sangat penting.

"Skema pentahelix atau kolaborasi dari berbagai unsur harus dimanfaatkan secara maksimal agar UMKM berkembang secara optimal," kata Agus Mulyono.

Pemerintah berperan aktif dalam mendukung start-up, baik dari segi permodalan maupun pemasaran. Dia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk mengatasi keterbatasan yang dihadapi oleh usaha rintisan.

"Saat ini, terdapat sekitar 345.000 pelaku UMKM di DIJ, dengan 90 persen di antaranya merupakan pelaku usaha kecil dan menengah," bebernya.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM meluncurkan aplikasi Sibakul Jogja. Dirancang untuk membantu klasterisasi dan pembinaa kon pelaku usaha. Aplikasi ini memungkinkan identifikasi kekuatan, kelemahan, dan potensi perkembangan UMKM.

"Melalui pendaftaran dan klasterisasi, kami dapat melakukan pembinaan yang lebih tepat sasaran," jelasnya. (gun)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #UII #Universitas Islam Indonesia #UMKM #Permodalan