JOGJA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu partai yang pecah telor di pelantikan anggota DPRD Kota Jogja. Pasalnya, selama dua dekade terakhir partai itu absen di kursi legislatif. Baru di Pemilu 2024 ini partai besutan Cak Imin itu bisa mendapatkan dua kursi.
Ketua DPC PKB Kota Jogja Solihul Hadi mengatakan, dapat didudukinya dua kursi legislatif tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Tidak terkecuali warga Nahdliyin yang selama ini sangat dekat dengan partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang tersebut.
Untuk diketahui PKB memang mendudukkan dua calonnya di kursi legislatif. Yakni Solihul Hadi dari daerah pemilihan (Dapil) lima dan Eko Djoko Widiyatno yang mendulang suara dari Dapil Kota Jogja tiga.
Namun mengingat hanya mendapatkan dua kursi, PKB Kota Jogja kemungkinan juga akan bergabung dengan Partai Nasdem dalam proses pembentukan fraksi.
“Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan warga Nahdliyin,” ujar Solihul saat ditemui, Senin (12/8).
Perihal misi di legislatif, Solihul menyatakan, bahwa PKB siap bersinergi dengan Pemkot Jogja untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Terlebih terkait dengan pengentasan masalah sampah, pengangguran, peningkatan pembangunan daerah, serta penurunan angka stunting.
Dia pun menegaskan, bahwa pihaknya juga akan semakin meningkatkan keharmonisan antara PKB warga Nahdliyin di Kota Jogja. Itu penting, untuk membuktikan hubungan antara kedua pihak di daerah baik-baik saja di tingkat daerah. Meskipun situasi di elit memang cukup menghangat.
“Kalau ada perbedaan sudut pandang di elit, itu kami anggap bagian dari dinamika organisasi saja,” terang Solihul.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kota Jogja FX. Wisnu Sabdono Putro menyatakan, anggota DPRD Kota Jogja periode 2024-2029 dalam waktu dekat ini memang akan segera melakukan pembentukan fraksi dan alat kelengkapan (alkap). Bahkan pembentukan dibatasi maksimal dua bulan.
Usai tahapan tersebut selesai, baru kemudian dilakukan pembahasan bersama dengan para legislatif. Meliputi ketua dewan definitif beserta dengan kedua wakilnya. Dia pun memastikan tahapan pilkada tidak akan berpengaruh terhadap pembentukan alkap.
“Kami sepakat pilkada tidak mempengaruhi pembentukan alkap,” tegas Wisnu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin