Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

12 Tahun UUK DIY Gelar Pameran Keistimewaan UMKM Istimewa Seni Merdeka, Lahirkan Ekosistem Wirausaha Berbasis Seni dan Ekonomi

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:05 WIB
Memperingati 12 Tahun Keistimewaan DIY, sebuah kegiatan yang menyatukan semangat optimisme UMKM Sibakul dan seniman digelar. Acara yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UMKM DIY bersama Paniradya Kaistim
Memperingati 12 Tahun Keistimewaan DIY, sebuah kegiatan yang menyatukan semangat optimisme UMKM Sibakul dan seniman digelar. Acara yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UMKM DIY bersama Paniradya Kaistim

RADAR JOGJA - Memperingati 12 Tahun Keistimewaan DIY, sebuah kegiatan yang menyatukan semangat optimisme UMKM Sibakul dan seniman digelar. Acara yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UMKM DIY bersama Paniradya Kaistimewan DIY bertajuk Pameran Keistimewaan “UMKM Istimewa Seni Merdeka”.

“Ada pelaku ekonomi kreatif terdiri dari seniman, budayawan maupun pelaku UMKM yang terlibat,” ujar Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho di bekas Hotel Mutiara Jalan Malioboro 18 Jogja, kemarin (12/8).

Pameran Keistimewaan itu berlangsung selama sebulan penuh. Kegiatan yang didukung dana keistimewaan itu dimulai 12 Agustus hingga 11 September 2024.  Aris menjelaskan acara tersebut dirancang dan disiapkan khusus untuk memperingati disahkannya Undang-Undang No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY pada 31 Agustus 2012. Tahun ini usia UU Keistimewaan DIY memasuki 12 tahun.

Selain pameran, selama 30 hari ke depan, kegiatan dari 487 komponen yang bersinggungan dengan UU Keistimewaan DIY bakal berlangsung. Paltform sosial media instagram Paniradya Keistimewaan menjadi wadah unjuk kegiatan tersebut selama satu bulan penuh. "Masyarakat bisa mengetahui apa yang dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD) dan penggunaan dana keistimewaan selama ini,” terangnya.

Pemilihan lokasi pameran di bekas Hotel Mutiara Malioboro sengaja dilakukan.  Itu demi menunjukkan keberadaan aset Pemda DIY yang banyak dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi di DIY. Khususnya UMKM.

 "Yang terkibat 40 UMKM dan 60 seniman yang akan memamerkan karya-karyanya di sini," jelas mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini. Usai memberikan sambutan, Aris terlihat membubuhkan tanda tangan di atas lukisan kanvas bertuliskan UMKM Istimewa Seni Merdeka.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Wisnu Hermawan menambahkan, pameran baru kali pertama digelar. Sekaligus berkolaborasi dengan seniman lokal Jogja. Ia berharap dari kolaborasi itu bisa memunculkan konsep ekosistem wirausaha berbasis seni dan ekonomi.

"120 pelaku ekonomi kreatif. Angka keramat karena 12-nya merujuk pada 12 tahun Keistimewaan DIY dan 0 adalah tekad bulat golong gilig yang menjiwai kebermanfaatan keistimewaan," ulasnya.

Bekas Hotel Mutiara tersebut ke depan akan menampung para pelaku UMKM dan membantunya untuk naik kelas. Itu  wujud transformasi  sebagai upaya penataan di kawasan Sumbu Filosofis Yogyakarta. "Hotel dengan wajah barunya ini semacam early soft launching," imbuhnya.

Kurator pameran Hajar Pamadhi menjelaskan, pameran itu semakin menegaskan Jogja sebagai ibu kota seni rupa. Dia berharap agar dukungan pemerintah daerah terhadap seniman lewat pameran terus dioptimalkan. Ini dengan harapan iklim seni dan budaya di Jogja bisa lestari.

Pameran dengan tema Seni Merdeka bermakna bukan sekadar kebebasan. Tapi kebebasan bersyarat. “Ada tiga objek yang digarap para seniman dan kemudian dipamerkan," kata Hajar.

Karya yang dipamerkan mempresentasikan merdeka dari sebuah figur, bentuk dan medium. Adapun medium yang dimaksud bisa berbentuk objek material dan formal. Kemudian yang kedua, kebebasan yang memanfaatkan medium seperti seni instalasi.  "Beberapa medium menjadi sebuah karya yang bentuk aslinya tak tampak, namun konsep seni dan keindahan terlihat," tuturnya.

Objek keindahan dari karya yang dipamerkan mengambil objek nonmaterial atau formal. Melihat objek dari keindahan kemudian ditangkap dan dikespresikan dalam bentuk beragam karya. (oso/kus)

Editor : Satria Pradika
#Keistimewaan DIY