RADAR JOGJA - Fight club juga menjadi wadah sebagai ajang latihan atlet tinju DIJ. Seperti yang dilakukan oleh Bernadus Vincen Maxmilium Sumanti.
Dia sempat mengikuti fight club di Pasty pada April lalu. Berkat saran dari rekannya dan karena sepinya ajang perlombaan tinju. “Terus saya lihat saya tertarik langsung daftar aja saat itu memang masih sedikit banget animonya,” kata Maxi kemarin (9/8).
Saat itu, peserta maupun penonton tidak sampai 50 orang. Namun jumlahnya semakin bertambah saat pertandingan berikutnya.
Maxi mengaku, mengikuti ajang ini tidak hanya asal-asalan. Dia ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa tinju tidak hanya pukul-pukulan semata. Lebih dari itu, tinju juga tentang menghormati lawan. Tidak ada emosi yang dibawa saat pertandingan. “Tetapi sepenuhnya adu keahlian tinju,” ucap laki-laki 23 tahun ini.
Mantan pelaku klithih saat SMA ini mengaku, adanya kegiatan penyaluran energi sangat diperlukan. Khususnya bagi anak muda yang saat ini masih melakukan aksi kejahatan jalanan. “Ini menjadi bentuk support saya dari mantan pelaku untuk teman-teman di luar sana bahwa masih bisa diubah energi itu jadi positif lagi,” tuturnya. (rul/eno)
Editor : Satria Pradika