RADAR JOGJA - Maraknya fenomena kenakalan remaja menginisiasi Erix Soekamti menyelenggarakan Jogja Gelut Day. Sebuah wadah gebuk-gebukan bagi anak muda untuk menyalurkan energi berlebihnya.
Erix mengatakan, anak-anak muda merupakan generasi yang memiliki energi berlebihan. Energi tersebut tidak bisa diciptakan maupun dimusnahkan. Sehingga memang perlu sebuah wadah yang positif untuk menyalurkannya.
Erix menilai, wadah bagi generasi muda memang sudah banyak tersedia. Contohnya, bagi yang suka bermusik dapat menyalurkannya dengan membentuk grup band lalu diwujudkan dengan pentas di panggung. Kemudian bagi yang senang melukis bisa disalurkan melalui alat gambar dan kanvas.
Namun bagaimana jika ada sebagian anak muda suka dengan kegiatan berkelahi atau gebuk-gebukan. Selama ini memang belum ada wadah untuk hal tersebut. Oleh karenanya, Erix menginisiasi Jogja Gelut Day atau sekarang lebih akrab disebut fight club.
Dia menjelaskan, bahwa fight club merupakan salah satu wadah terbaik yang bisa dijangkau oleh semua kalangan karena tidak perlu melewati jalur prestasi. Meskipun demikian, keamanan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan.
“Fight club adalah salah satu platform terbaik yg mudah dijangkau semua kalangan untuk gebuk gebukan dengan aman tanpa lewat jalur prestasi dan langsung mendapatkan apresiasi,” ujar vokalis band Endang Soekamti tersebut saat dihubungi Radar Jogja kemarin (9/8).
Erix memandang, banyaknya anak muda yang terjerumus ke dalam klithih dan penggunaan obat-obatan terlarang, biasanya karena mereka tidak mampu mengkonversi energinya yang berlebihan. Namun di satu sisi juga tidak ada media yang tepat.
Sehingga melalui kegiatan fight club, diharapkan para anak-anak muda dapat memiliki wadah untuk berekspresi. Sehingga kemudian tidak lari ke hal-hal yang negatif. Seperti kekerasan jalanan atau klithih hingga penggunaan narkoba.
“Klithih itu hanya salah satu efek negatif ketidak berhasilan anak muda mengkonversi energinya dengan baik karena tidak adanya media yang sesuai,” tegas Erix. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika