JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal menyelesaikan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pekan depan. Dalam kegiatan tersebut target capaian imunisasi diharapkan dapat menyentuh angka 98 persen.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, PIN polio diselenggarakan dari tanggal 6 hingga 12 Agustus 2024 mendatang. Kegiatan itu menyasar 29.742 anak.
Menurut Endang, dalam pelaksanaan imunisasi tahap pertama yang diselanggarakan 15 hingga 21 Juli 2024 lalu berjalan pada cukup lancar. Bahkan juga melayani anak dari luar daerah. Sehingga untuk pelaksanaan di tahap kedua ini tidak ada evaluasi.
Dia pun berharap, dalam imunisasi tahap kedua tersebut capaian imunisasinya bisa menyentuh target minimal 98 persen. Atau minimal sama capaiannya dengan imunisasi tahap pertama.
“Karena pemberian imunisasi masing-masing anak dua kali,” ujar Endang saat dikonfirmasi, Jumat (9/8).
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Uwanah menerangkan, target imunisasi tahap pertama memang hanya mampu menyentuh 98 persen. Sebab dari target awal 30.792 anak, yang diimunisasi hanya 29.742 anak.
Walaupun demikian, hal tersebut bukan menjadi masalah karena target minimal yang ditentukan oleh Dinkes DIY sebesar 95 persen. Dia pun memastikan jumlah anak yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kurang dari satu persen dari keseluruhan target.
“Kemungkinan karena anak memiliki alergi yang ada pada komponen di dalam vaksin itu sendiri,” terang Lana.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyampaikan, hingga saat belum ada temuan kasus polio di Kota Jogja. Sehingga PIN polio merupakan respon dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio secara nasional pada akhir tahun 2023 lalu.
Emma menyebut, kasus polio memang harus diantisipasi agar memutus rantai penyebaran. Sebab kasus polio erat kaitannya dengan cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata pada suatu wilayah.
“Oleh karena itu PIN Polio di Kota Jogja perlu dilakukan,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin