RADAR JOGJA - Tim korfball (bola keranjang) DIJ berambisi untuk membawa pulang satu medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Pelatih tim korfball DIJ Rofi Hansyah menjelaskan walaupun dari pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ hanya mentargetkan tim korfball DIJ untuk bisa meraih satu medali perak saja. Akan tetapi dari pihak Pengda Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) DIJ dan tim official, setidaknya tim korfball DIJ bisa membawa pulang satu medali emas.
Bukan tanpa alasan, Rofi mengatakan hal tersebut, sebab sejauh ini para atlet korfball DIJ sudah menjalani tiga try out di Selawi, Sukabumi, Jawa Barat, dan Jawa Tengah untuk persiapan. "Para atlet kami progresnya sangat bagus dan saat try out itu mereka juga sudah lumayan bagus. Kemampuan mereka tidak jauh dari tim-tim lawan," katanya, Kamis(8/8).
Tim korfball DIJ sendiri akan mengirimkan total 12 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan enam atlet putri ke ajang PON 2024 nanti. Walaupun menurut Rofi kontingen DIJ ini memiliki mungsuh yang berat saat PON 2024 mendatang seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang masuk sebagai provinsi yang levelnya masuk ke dalam empat besar di ajang kejuaraan nasional (Kejurnas). Akan tetapi pihaknya tetap tidak gentar dan akan berusaha mengalahkan lawan-lawannya itu."Kami tetap optimis kami tetap membidik masuk ke final. Setidaknya biar kami bisa mengantongi emas atau perak," tegasnya.
Di sisa waktu yang tinggal hitungan hari menjelang bergulirnya PON 2024 ini, Rofi mengaku jajaran pelatih tim korfball DIJ akan mengadakan training camp (TC) untuk para anak asuhnya. Hal tersebut dilakukan untuk membangun chemistry para atletnya. "Jadi kami biar maintenance-nya juga lebih enak. Kalau kendala kami tidak ada, secara fisik para atlet tidak ada yang cedera. Di latihan progres anak-anak juga cukup bagus," lontarnya.
Selain itu, Rofi juga berpesan kepada para atletnya agar mereka tetap bisa fight dan kuat hingga akhir pertandingan. Mengingat tim sangat berharap kepada mereka untuk bisa membawa pulang satu medali emas. "Kalau teknis dan taktik sudah kami maintenance, tapi tinggal mental saja yang akan kami benahi," tandasnya. (ayu).
Editor : Satria Pradika