Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Kota Jogja Minta Masyarakat Waspada Bencana Kekeringan, Ini Alasannya!

Iwan Nurwanto • Kamis, 8 Agustus 2024 | 18:49 WIB
KEKERINGAN : Warga di Desa Krakal, Kecamatan Alian merasakan krisis air bersih di musim kemarau. Mereka rela antre demi mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kebumen.
KEKERINGAN : Warga di Desa Krakal, Kecamatan Alian merasakan krisis air bersih di musim kemarau. Mereka rela antre demi mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kebumen.

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja meminta agar masyarakat mewaspadai potensi bencana kekeringan. Pasalnya sudah ada beberapa wilayah di Yogyakarta yang mengalami kekurangan air bersih.

Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, sampai saat ini Kota Jogja memang belum mengalami indikasi bencana kekeringan. Namun bencana tersebut tengah dihadapi oleh sebagian wilayah di DIY. 

Bahkan untuk kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul sudah menetapkan status siaga darurat hingga akhir Agustus mendatang.

Sementara jika melihat kondisi di Kota Jogja, menurutnya, memang kecil potensinya terjadi bencana kekeringan. Terlebih dengan kondisi geografis yang diapit tiga sungai besar. Yakni Sungai Code, Sungai Gajah Wong, Sungai Winongo.

“Sampai saat ini belum ada indikasi bencana kekeringan seperti yang dialami kabupaten kota lain,” ujar Nur, Kamis (8/8).

Meskipun demikian, dia tetap meminta masyarakat untuk waspada. Sebab bencana merupakan hal yang tidak dapat diprediksi. BPBD Kota Jogja pun juga bekerjasama dengan 169 kampung tangguh bencana (KTB) untuk melakukan monitoring di semua wilayah.

Nur juga berharap agar bijak dalam memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun ketersediaannya cukup memadai. Entah itu yang bersumber dari sumur tanah, PDAM, maupun air hujan.

Selain itu, dia berharap agar masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi. Dikarenakan tidak menutup kemungkinan ditengah musim kemarau seperti sekarang dapat terjadi cuaca ekstrim. Sehingga dapat mengakibatkan pohon tumbang, anging puting beliung, hingga rumah rusak.

“Kami harapkan masyarakat juga mengenali kebencanaan, karena merespon bencana ini sangat penting. Setidaknya dapat terminimalisir kerusakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua KTB Mergangsan Nasyiar menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan jika terjadi kekeringan. Hanya saja, memang kecil kemungkinannya wilayah Mergangsan mengalami kekeringan karena berdekatan dengan wilayah sungai.

“Akan tetapi kami sebagai KTB dan pengurus kampung tetap melakukan langkah-langkah yang diperlukan manakala bencana itu terjadi,” bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kekeringan #kekeringan parah #BPBD Jogja #air bersih