Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenalan dengan Kidiko, Kecerdasan Buatan Jogja yang Bisa Bantu Proses Belajar Anak Lewat Chat WhatsApp

Iwan Nurwanto • Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:01 WIB
Penampakan kecerdasan buatan Kidiko yang terintegrasi dengan chat whatsapp grup.   (iwan nurwanto/Radar Jogja)
Penampakan kecerdasan buatan Kidiko yang terintegrasi dengan chat whatsapp grup. (iwan nurwanto/Radar Jogja)

JOGJA - Inovasi dalam bidang pendidikan kini semakin maju. Bahkan Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pun sudah diterapkan. Salah satunya Kidiko, sebuah AI buatan anak muda Yogyakarta yang membantu proses belajar melalui chat WhatsApp.

 Baca Juga: Mengenal Komunitas Cine Club Kulon Progo, Ikut Ambil Bagian di Film-Film Nasional

Kepala Sekolah Kidiko Putri Dian Safitri mengatakan, Kidiko didirikan oleh PT. Tripower Solar Nusantara bertepatan dengan Hari Pendidikan atau pada 2 Mei 2024 lalu. Kecerdasan buatan tersebut dapat membantu proses belajar anak hingga orang dewasa.

 Baca Juga: Hattrick Erling Haaland Warnai Kemenangan Manchester City Atas Chelsea dalam Pertandingan Persahabatan

Putri menjelaskan, Kidiko menyediakan platform pendidikan yang menggunakan AI untuk memberikan pengalaman belajar yang personal. Kidiko tidak memiliki aplikasi khusus seperti edutech karena diintegrasikan dalam whatsapp grup. 

Aplikasi Kidiko dapat menjawab membantu proses belajar siswa.  (iwan nurwanto/Radar Jogja)
Aplikasi Kidiko dapat menjawab membantu proses belajar siswa. (iwan nurwanto/Radar Jogja)

“Kidiko merupakan platform edukasi berbasis AI, menggunakan strategi pemasaran yang terfokus dan inovatif untuk menjangkau generasi muda hingga orang tua wali murid melalui kemitraan strategis,” ujar Putri, Sabtu (3/8) kemarin.

Menurut Putri, dalam Kidiko pihaknya menggunakan tiga mesin AI. Yakni Dika, Diko, dan Diki. Dika yang dirancang untuk TK, SD, dan SMP, dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.

 Baca Juga: Tak Berkutik, Liverpool Sikat Manchester United Tiga Gol Tanpa Balas Dalam Pertandingan Persahabatan

Kemudian Diko yang dikembangkan untuk siswa  dan kuliah. Sehingga bahasa yang digunakan pun yang lebih kompleks serta sesuai dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Serta Diki yang dirancang untuk umum dan dapat membantu proses bekerja dan meningkatkan produktivitas.

Putri mengklaim, penggunaan tiga mesin AI ini memungkinkan Kidiko untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih optimal bagi siswa di setiap tingkatan kebutuhan. Bahkan AI tersebut juga memiliki tingkat keakurasian 80,2 persen atau setara dengan 90 persen teks yang ditulis oleh manusia.

Baca Juga: Dibebani Cuma 2 Emas, IODI DIY Berambisi Rebut 4 Medali Emas di PON 2024

Dia pun berkesimpulan, bahwa Kidiko merupakan platform edukasi berbasis AI unik dan inovatif yang dirancang untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia. Dengan menggabungkan aksesibilitas luas, kontrol orang tua yang kuat, personalisasi bahasa, dan dua AI machine yang canggih. Kidiko menawarkan solusi edukasi yang efektif dan terkontrol untuk semua anak di Indonesia.

“Kidiko adalah wujud nyata program Merdeka Belajar untuk setiap anak di Nusantara. Karena pendidikan adalah hak paling dasar setiap anak Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Praktisi pendidikan  Ignatius Kingkin Teja Angkasa menilai, kecerdasan buatan yang perkembangannya sangat pesat bisa membantu proses belajar anak. Namun dalam penerapannya memang harus dalam kontrol orang tua untuk mengetahui tugas-tugas yang diberikan kepada AI.

Menurutnya, dalam taksonomi bloom ada beberapa proses kerangka berpikir yang harus dimiliki seseorang untuk memiliki proses belajar yang kuat. Sehingga dengan penggabungan kekuatan AI dan kerangka kerja Taksonomi Bloom. Maka dapat tercipta pengalaman belajar yang lebih personal, efektif, dan menyenangkan bagi anak-anak.

“AI dapat menjadi tutor pribadi yang selalu siap membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka,” terang Kingkin. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Kidiko #artificial intelligence #Pendidikan #artificial