Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momentum Kemerdekaan, GIPI dan APPBI DIY Optimistis Sektor Ekonomi dan Wisata Tumbuh Masif

Fahmi Fahriza • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 22:09 WIB

 

Semarak 17 Agustusan, lomba pukul air di Joglo Bolawen, Tlohoadi, Mlati Sleman.
Semarak 17 Agustusan, lomba pukul air di Joglo Bolawen, Tlohoadi, Mlati Sleman.

JOGJA - Gabungan Industri pariwisata Indonesia (GIPI) DIY optimistis momentum peringatan Kemerdekaan RI pada Agustus ini berdampak positif terhadap sektor wisata dan ekonomi di DIY secara umum.

Ketua DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie menilai berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, Agustus menjadi puncak kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara (wisman).

"Agustus itu peak season wisman ke Jogja, ditambah Jogja banyak agenda yang berkaitan dengan kemerdekaan, itu jadi daya tarik tersendiri," ungkap Bobby kepada Radar Jogja, Sabtu (3/8/2024).

Musim kunjungan wisman, lanjutnya, mulai tampak ketika memasuki bulan Juni.

Lalu berlanjut ke bulan berikutnya hingga Agustus.

"September sampai November agak landai dan naik lagi di Desember," sambungnya.

Bobby meyakini, berbagai lomba, program, hingga ornamen bertema kemerdekaan yang ada di Jogja pada Agustus ini menjadi hal yang menarik perhatian wisatawan secara signifikan.

"Wisman bisa ikut dan terlibat di acara tersebut, dan secara pola memang Agustus itu selalu tinggi," sebutnya.

"Seperti di Sosrowijayan atau Prawirotaman, para wisman itu bersinggungan langsung dengan masyarakat," ujarnya mencontohkan.

Sementara, jika menilik dari pemetaan asal daerah, Bobby memprediksi bahwa wisman akan didominasi dari benua Eropa.

"Dominasinya dari Eropa, seperti Prancis, Jerman, Italy, Belanda, Belgia dan Spanyol," ungkapnya.

Jalan Prawirotaman Kota Jogja atau yang dikenal dengan Kampung Bule.
Jalan Prawirotaman Kota Jogja atau yang dikenal dengan Kampung Bule.

Optimisme senada turut disampaikan oleh ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY Surya Ananta, ia juga meyakini bahwa Agustus akan jadi momentum yang cukup masif dalam sektor wisata dan ekonomi.

Diakuinya, segmentasi wisatawan, baik lokal atau mancanegara juga diyakini akan sama banyaknya.

"Untuk di mall sendiri saya rasa dominannya masih lokal, walaupun wisman juga ada saja," bebernya.

Surya membeberkan, bulan Agustus sendiri selain bertepatan dengan momentum kemerdekaan, juga waktu di mana mahasiswa persiapan untuk masuk kuliah.

Hal tersebut diakuinya akan jadi multiplier effect, di mana para mahasiswa baru banyak datang ke Jogja bersama keluarganya, dan mall jadi salah satu tempat yang akan didatangi.

"Jelang masuknya mahasiswa baru kan keluarga mengantar anaknya, itu juga sering datang ke mall beli barang dan kumpul bersama keluarga," ucapnya.

"Saya sering pantau plat mobilnya, saat libur, cuti atau weekend itu pengunjung dari luar Jogja banyak sekali. Dominan dari Jakarta, Surabaya, lalu kota-kota sekitar DIJ," ungkap Surya yang juga menjabat sebagai General Manager Ambarrukmo Plaza ini.

Lebih lanjut, pada bulan Agustus sendiri seluruh mall di Jogja juga memiliki berbagai program bertema kemerdekaan, mulai dari voucher dan promo belanja, hingga agenda rutin yakni Indonesian Shopping Festival.

"Saya optimistis di Agustus dan September akan tinggi kunjungannya, ada banyak event, promo, dan activity program," urainya.

Perihal potensi peningkatan kunjungan, Surya memperkirakan bahwa kenaikan di bulan Agustus berkisar antara 1,5 hingga 2x lipat dibanding hari-hari biasa.

"Agustus kan nanti ada libur juga di tengah bulan, itu pasti ada kenaikan kunjungan, ditambah banyaknya program promo tadi," bebernya. (iza)

Jalan Prawirotaman Kota Jogja atau yang dikenal dengan Kampung Bule.
Jalan Prawirotaman Kota Jogja atau yang dikenal dengan Kampung Bule.
Editor : Meitika Candra Lantiva
#GIPI #kemerdekaan ri #tumbuh #Optimistis #APPBI DIY #agustus #momentum #Wisata #GIPI DIY #wisman #Sektor #prawirotaman #kemerdekaan #Kunjungan Wisatawan #Mancanegara #Ekonomi #sosrowijayan