Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pameran Learning From Mangunwijaya 2024 Resmi Dibuka, Libatkan 50 Mahasiswa Lintas Negara, Ini Jadwalnya

Gunawan RaJa • Kamis, 1 Agustus 2024 | 21:53 WIB
BANGGA - Rektor UII Fathul Wahid saat mendampingi Dubes RI Federal Jerman untuk Indonesia Ina Lepel dalam pameran learning from Mangunwijaya 2024 di Langgeng Art Foundation, Suryodiningratan, Jogja.
BANGGA - Rektor UII Fathul Wahid saat mendampingi Dubes RI Federal Jerman untuk Indonesia Ina Lepel dalam pameran learning from Mangunwijaya 2024 di Langgeng Art Foundation, Suryodiningratan, Jogja.

JOGJA - Pameran learning from Mangunwijaya 2024 resmi dibuka di Langgeng Art Foundation, Jl. Suryodiningratan, Jogjakarta.

Proyek Internasional ini diikuti lebih dari 50 mahasiswa dari lintas negara.

Acaranya digelar oleh Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) dan Langgeng Art Foundation, didukung dari Kementerian Luar Negeri Jerman.

Pameran fokus pada karya arsitektur pendeta Katolik, penulis, aktivis politik, dan arsitek Yusuf Bilyarta Mangunwijaya (Romo Mangun).

Acara pembukaan pameran dihadiri Duta Besar Negara Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ina Lepel.

Kemudian perwakilan dari platform Encounters with Southeast Asian Modernism Sally Below, dan Rektor UII Fathul Wahid.

Secara resmi pameran learning from Mangunwijaya 2024 dibuka pada Rabu 31 Juli 2024 sampai 18 Agustus di Langgeng Art Foundation, Suryodiningratan, Jogjakarta.

Fathul Wahid mengatakan, proyek internasional tersebut melibatkan perguruan tinggi lintas negara.

Diikuti lebih dari 50 mahasiswa dari India, Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia serta kurator dari Jerman.

"Para mahasiswa lintas budaya, lintas perguruan tinggi bertemu dalam perspektif yang berbeda. Penting saat berproses menjadi arsitek," kata Fathul Wahid.

Kemudian pengunjung pameran dapat mempelajari lebih lanjut tentang karya dan kontribusi Romo Mangunwijaya dalam bidang arsitektur serta dampaknya terhadap modernisme Asia Tenggara.

"Karya-karya arsitektur Mengunwijaya menggunakan material lokal dan diterjemahkan menjadi karya-karya arsitektur," ujarnya.

Mangunwijaya berupaya menerjemahkan prinsip-prinsip universal modernisme ke
dalam ekspresi asli dan otentik.

Warisan arsitekturalnya tidak dapat dipisahkan dari komitmennya terhadap kebaikan bersama.

Sementara itu Ina Lepel mengatakan keterlibatan mahasiswa lintas negara dalam pameran learning from Mangunwijaya membuatnya bangga.

"Saya melihat pemahaman kesenian, kreativitas mahasiswa-mahasiswa dari lima negara. Silakan dilihat dan dinikmati," kata Ina Lapel. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Romo Mangunwijaya #Romo Mangun #Duta Besar Jerman #Pameran #Universitas Islam Indonesia #Fathul Wahid