JOGJA - Website Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sempat tidak dapat diakses dampak peretasan Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2) oleh hacker. Kepada mahasiswa baru diminta melakukan reklaim akun dan mengunggah kembali secara mandiri.
Direktur Direktorat Perencanaan dan Keuangan UNY Prof. Heri Retnawati mengakui permasalahan pada PDNS2 sempat mengganggu sistem layanan KIP Kuliah. Mahasiswa yang telah reklaim akun KIP-K UNY datanya hilang
"Untuk data-data pendidikan yang dipulihkan di UNY cukup banyak banget,"
kata Heri Retnawati pada Rabu (31/7/2024).
Server PDN Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengalami serangan siber Ransomware sejak Kamis (20/06/2024), sehingga down dan mengganggu layanan publik di berbagai instansi, termasuk perguruan tinggi.
Pada saat itu Kemdikbud meminta data-data ke universitas untuk proses pemulihan, termasuk data KIP-K. Sebagai upaya pemulihan pihak UNY juga langsung mensupport data tersebut.
"Kalau data-data pendukung saya kira sudah pulih," jelasnya.
Data pendukung seperti, data dosen dan pegawai, data mahasiswa, dan sub-sub yang ada di dalamnya. Termasuk program beasiswa melalui KIP-K.
Bagi mahasiswa sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala diminta untuk upload ulang dokumen.
"Silakan mengakses sistem, dan reklaim akun KIP Kuliah masing-masing menggunakan Nomor Induk
Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)," terangnya.
Mahasiwa juga diminta melakukan pengunggahan kembali dokumen dan data dukung pendaftaran KIP. Bagi yang akan mendaftar KIP Kuliah 2024 dan belum pernah melakukan
pendaftaran sebelumnya, pendaftaran KIP Kuliah 2024 bisa segera dilakukan.
"Website KIP-K sudah bisa dibuka mulai 31 Juli 2024," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa Happy Putri mengaku lolos kuliah di kampus negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Sejak muncul informasi pemulihan akun KIP-K pihaknya belum melakukan reklaim akun.
"Rencananya nanti malam reklaim akun," kata Happy Putri. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin