Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mayoritas Kecelakaan di Sleman Libatkan Pengendara Sepeda Motor, di Bantul Didominasi Human Error

Elang Kharisma Dewangga • Rabu, 31 Juli 2024 | 03:00 WIB
MELANGGAR: Pengendara motor melintas di jalur underpass Kentungan, Caturtunggal, Depok, Sleman (30/7).ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA 
MELANGGAR: Pengendara motor melintas di jalur underpass Kentungan, Caturtunggal, Depok, Sleman (30/7).ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA 

 

RADAR JOGJA – Terhitung sejak Januari-April, terjadi 713 kecelakaan lalu lintas di Sleman. Melibatkan 1.106 sepeda motor, dan menyebabkan 53 korban meninggal dunia.
Kasatlantas Polresta Sleman Kompol Andhies F Utomo menyebut, jumlah ini cenderung konsisten pada kurun waktu yang sama.

Sebab sebelumnya, terdapat 719 kecelakaan dengan 67 korban meninggal dunia dan melibatkan 1.086 sepeda motor. “Roda dua memang paling rawan. Kalau jatuh, minimal lecet. Kalau mobil biasanya kerugian material,” sebut Andhies Selasa (30/7).


Berdasarkan catatan Polresta Sleman, 698 kejadian pada caturwulan 2024 ini disebabkan karena pengendara tidak tertib. Satu karena lengah, tiga karena mengantuk, dan satu sisanya disebabkan pengaruh alkohol. “Jadi kami fokus dengan edukasi agar masyarakat bisa tertib dan tidak melanggar rambu,” ujar Andhies.


Sementara di Bantul, terjadi 1.115 kali kecelakaan lalu lintas sejak Januari-Juli. Total 84 korban meninggal dunia. Sedangkan 1.381 korban lainnya mengalami luka ringan. Sementara kerugian materiil yang diakibatkan mencapai Rp 545 juta. "Saat ini human error masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan,” sebut Kapolres Bantul AKBP Michael R Risakotta.

Termasuk tingginya angka kecelakaan di jalur Imogiri-Dlingo. Kasus kecelakaan yang terjadi di jalur Imogiri-Dlingo, kata Michael, kebanyakan disebabkan pengemudi tidak menguasai medan.

Menurutnya, salah satu upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh human error adalah dengan mematuhi aturan lalu lintas. Termasuk batas kecepatan, rambu lalu lintas, dan marka jalan. “Disiplin diri dalam berlalu lintas adalah langkah pertama untuk mencegah kecelakaan,” ujar Michael.

Selain itu, pengemudi juga harus menghindari pengemudi yang agresif. Sebab pengemudi yang agresif menyumbang angka kecelakaan cukup tinggi. Kemudian, pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depannya. 

Dibandingkan dengan kasus kecelakaan tahun 2023 sebanyak 2.020 kasus, angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada semester pertama 2024 telah mencapai 50 persen lebih. Kasus kecelakaan lalu lintas di Bantul menjadi pembunuh tertinggi jika dibandingkan dengan angka kasus pembunuhan karena kejahatan. (cr1/tyo/eno)

Editor : Satria Pradika
#kecelakaan lalu lintas #Kecelakaan #Sleman #alkohol #meninggal dunia #Polresta Sleman