Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hargai Cabai Rawit Tembus Rp 69.000 per Kilogram, Disperindag DIY Kesulitan Menyimpan Stok karena Cepat Busuk

Agung Dwi Prakoso • Senin, 29 Juli 2024 | 23:38 WIB
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti.  Radar Jogja File
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti. Radar Jogja File

JOGJA - Kenaikan harga cabai khususnya cabai rawit di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tembus Rp 69.000 per kilogram per Senin (29/7/2024). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mengalami kesulitan mengendalikan harga cabai karena cabai mudah busuk dan belum menemukan metode menyimpan stok cabai saat panen raya.

"Kami kesulitan mengendalikan harga cabai, karena cabai mudah busuk, kemudian dari sisi teknologi kami juga belum bisa menyimpan cabai saat panen raya," ujar Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti, Senin (29/7/2024).

Hal tersebut merupakan salah satu faktor naiknya harga cabai rawit di DIY. Padahal, apabila cabai distok saat panen raya, lalu dikeluarkan saat stok menipis bisa jadi kenaikan harga yang signifikan tidak terjadi. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Pihaknya telah mengadakan pasar murah dengan produk sembako yang dijual miring dari harga pasaran.

"Kalau yang cabai itu kan hanya disediakan terbatas saat pasar murah," tuturnya.

Dalam pelaksanaan pasar murah, produk yang dijual diberi subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram. Namun harga tersebut dinilai tidak begitu berdampak pada komoditas cabai rawit. Pihaknya lalu Kerjasama dengan petani agar distributor bisa membeli langsung dengan harga murah dibandingkan di pasar.

"Pasar murah bisa diakses oleh konsumen akhir, yang artinya untuk kebutuhan rumah tangga," jelasnya.

Kemudian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga akan melakukan studi orientasi ke Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 31 Juli 2024 hingga 2 Agustus 2024. Agenda tersebut bertujuan untuk Kerjasama antar-daerah terkait stabilitas harga komoditas cabai.

"Apakah saat sekarang cabai mahal di DIY, sementara di NTB itu terjadi hal sama? Kalau enggak, itu kan kami bisa kerjasama, (kecuali) kalau sama (harganya naik), itu tidak bisa," bebernya.

Dari web resmi milik Pemkot Jogja diketahui, harga komoditas cabai rawit mengalami kenaikan hingga 15% pada Senin (29 Juli 2024). Di Pasar Beringharjo harga cabai rawit Rp 69.000 per kilogram. Artinya terdapat kenaikan harga sebesar Rp 9.000 dari tanggal 28-29 Juli 2024.

Di sisi lain, salah seorang pedagang sayur di Pasar Beringharjo Jogja. Ida Khabibah mengatakan harga komoditas cabai rawit tidak stabil. Berbeda dengan harga di web resmi miliki Pemkot Jogja, hari ini harga cabai rawit menembus Rp 75.000 per kilogram.

"Itu mungkin harga kulakan, soalnya dari petani saja sudah Rp 65.000 jualnya Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu," ujarnya.

Ia memperediksi adanya kenaikan tersebut dipengaruhi oleh jumlah panen petani yang sedikit. Namun, ia memastikan stok cabai rawit di tokonya masih aman.

"Pembeli hanya mengurangi pembelian saja, lainnya tidak ngaruh karena termasuk makanan pokok," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #cabai #meroket #pasar beringharjo #harga cabai