JOGJA - Kehadiran hydrant kering sebagai sarana pemadam kebakaran pada kampung-kampung di Kota Jogja tergolong masih minim.
Kurang tersedianya anggaran diketahui menjadi kendala utama.
Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Ririk Banowati mengatakan, pengadaan hydrant kering idealnya bisa dilakukan pada dua sampai tiga kampung per tahun.
Namun karena minimnya anggaran, memaksa pengadaan hydrant kering dalam setahun hanya bisa dilakukan pada satu kampung.
Dia tak menampik, memang banyak masyarakat yang menginginkan kampungnya agar bisa dipasang hydrant kering.
Namun diakuinya pengadaan sarana tersebut butuh biaya yang tidak sedikit. Sebab pemasangan satu unit hydrant kering saja dapat menghabiskan anggaran sebesar Rp. 1 miliar.
“Sehingga kami mendorong hydrant kering agar dipasang pada wilayah-wilayah padat penduduk terlebih dahulu,” ujar Ririk, Senin (29/7/2024).
Ririk mengaku, pihaknya juga terus mengupayakan agar penanganan kebakaran di Kota Jogja bisa lebih optimal.
Sehingga meski hanya bisa melakukan penambahan satu unit hydrant kering per tahun, ada beberapa sarana prasarana pemadam api yang ditingkatkan.
Contohnya, terkait dengan usulan pengadaan mobil dan motor pemadam kebakaran di Dinas Damkarmat Kota Jogja yang anggarannya disetujui oleh Komisi C.
Sehingga sarana prasarana pemadam api tersebut dapat terbeli melalui APBD 2022.
Ke depan, politisi Partai Gerindra itu juga akan mengusulkan pembangunan tandon air pada tiap kemantren.
Program tersebut dinilai penting agar nantinya petugas pemadam kebakaran tidak lagi kerepotan untuk mengambil air untuk memadamkan api.
“Tandon air sangat penting di tiap kemantren, agar ketika membutuhkan air dengan cepat tidak perlu mengambil dari jauh namun tinggal mengambil di titik yg sudah ada,” terang Ririk.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja Taokhid membeberkan, hingga saat ini ketersediaan hydrant kering baru ada di 19 kampung.
Jumlah itu sangat minim jika melihat banyaknya kampung di Kota Jogja yang berjumlah 160.
Dia mengakui, kendala utama dalam penambahan hydrant kering karena belum tersedianya anggaran.
Meskipun demikian, upaya penanganan bagi wilayah yang belum memiliki hydrant kering dioptimalkan Dinas Damkarmat Kota Jogja melalui optimalisasi tim relawan pemadam kebakaran.
“Tahun ini pengadaan (hydrant kering) ada di Keparakan Lor,” ungkap Taokhid. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin