Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perumda Aneka Dharma Dapat Dana Swasta untuk ITF Bawuran, DLH Akui Sempat Tersendat Pembiayaan Pembangunannya

Khairul Ma'arif • Jumat, 26 Juli 2024 | 05:45 WIB

 

Proses pembangunan ITF Bawuran Bantul
Proses pembangunan ITF Bawuran Bantul

RADAR JOGJA - Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran yang pembangunannya di bawah naungan Perumda Aneka Dharma mendapat sokongan dana dari swasta. Itu lantaran dalam prosesnya BUMD milik Pemkab Bantul ini sempat tersendat perihal anggaran. Kondisi itu tidak ditampik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul meski terus diusahakan berlanjut.


Sekda Bantul Agus Budi Raharja mengungkapkan, masalah pendanaan untuk pembangunan ITF Bawuran yang sempat tersendat sudah ada jalan keluarnya. Kini sudah ada kerja sama operasi (KSO) antara Perumda Aneka Dharma dengan swasta PT Putra Dewa. Nantinya Aneka Dharma akan bergandengan dengan Putra Dewa dengan sistem kerja sama operasional, bukan pinjam uang.


"Sudah ditandatangani KSO, jadi (Putra Dewa, Red) membiayai dari keseluruhan pembangunan ITF Bawuran,” bebernya kemarin (25/7). Dia optimistis dengan KSO ini sementara waktu belum perlu tambahan dana lagi. Adapun biaya tanggungan pembangunannya sekitar Rp 22 miliar.


Adanya KSO dengan Putra Dewa, persoalan pembangunan ITF Bawuran yang sempat tersendat dapat terselesaikan. Itu karena pendanaan yang sempat menjadi penghambat sekarang sudah tidak lagi menjadi kendala. Meski disadari masih ada persoalan administrasi KSO keduanya yang sedang berproses penyelesaiannya.


Agus menilai, kolaborasi antara swasta dengan BUMD ini harusnya September dapat terealisasi. “Setelah ini harusnya dibangun segera biar cepat rampung,” ujar pria yang pernah menjadi kepala Dinas Kesehatan Bantul ini. Menurutnya, ketika sudah selesai pembangunannya dan ITF Bawuran beroperasi akan dilakukan pengembangan tindak lanjut.


Dia menambahkan, sudah ada MoU dengan Pemkot Jogja yang juga akan memanfaatkan ITF Bawuran ketika sudah beroperasi. Nantinya setiap tonase sampah Kota Jogja yang dikirim ke Aneka Dharma sebagai pengelola ITF Bawuran ada tipping fee. Besarannya mencapai Rp 450 ribu per ton sampah harus dibayarkan Pemkot Jogja ke Aneka Dharma dan itu sudah dipahami.


Sementara itu, Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi membenarkan, Aneka Dharma sempat mencari investor swasta untuk kerja sama agar dapat menolong masalah pendanaan. Ada sejumlah swasta yang memang didekati agar berminat melakukan investasi. Termasuk di dalamnya PT Putra Dewa.


Berbeda dengan Agus, Bambang sendiri belum mengetahui investor swasta yang menyokong dana untuk ITF Bawuran. Sepengetahuannya sudah mendapat investor dari swasta. “Dengan siapa saya belum mendapat informasi detailnya. Yng ngerti kan Aneka Dharma,” ujarnya.


Mantan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bantul itu menuturkan, Aneka Dharma masih kurang sekitar Rp 20 miliar. Angka itu dibutuhkan untuk keberlanjutan pembangunan ITF Bawuran. Besaran dana digunakan, di antaranya untuk infrastruktur mesin dan hanggarnya. (rul/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Dana Swasta #Pemkab Bantul #ITF Bawuran #DLH #BUMD