RADAR JOGJA – Dihapusnya jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di tingkat SMA menuai berbagai respons. Tak terkecuali dari Dosen Bahasa Inggris UMY Endro Dwi Harmanto.
Menurut Endro, hal ini justru memiliki dampak positif bagi siswa. Seperti tidak adanya pandangan siswa unggul antara kelas IPA dan IPS. Kemudian, siswa bisa memilih jurusan sesuai minat dan bakat. “Keuntungan lainnya, adalah memantik motivasi peserta didik agar lebih giat memperdalam ilmu sesuai minat bakat mereka,” sebutnya Selasa (23/7).
Hal ini juga menjadi langkah untuk siswa bersiap menuju perguruan tinggi. "Saat daftar kuliah nanti para siswa jadi punya kesempatan sama untuk memilih jurusan terkait ilmu-ilmu berbasis sains atau sosial," bebernya.
Hanya saja, kebijakan baru ini juga menjadi tantangan bagi tenaga pengajar dalam menyusun kurikulum baru. Sedangkan proses perubahan ini juga memerlukan waktu, sumber daya, dan pelatihan. "Saya kira akan ada perubahan yang perlu waktu dan adaptasi," ungkapnya.
Terpisah, Waka Kesiswaan SMAN 3 Bantul Dini Eksi menyebut, hilangnya jurusan tidak memiliki kendala berarti. Sebab peminatan siswa saat ini, hanya menyesuaikan mata pelajaran yang akan diperdala, “Misalnya ada ekonomi, geografi yang akan disesuaikan dengan peminatan yang dipilih. Nama peminatannya tidak ada,” ujarnya.
Namun Dini mengungkapkan, penyesuaian ini harus dilakukan oleh guru. “Tetapi penyesuaiannya tidak berbeda jauh dalam hal ini administrasi kelas yang dahulu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), sekarang modul ajar,” ucapnya. (iza/rul/eno)