Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Permintaan Tinggi, Harga Cabai Rawit di Pasar Beringharjo Jogja Naik Sampai Empat Kali Sepekan

Iwan Nurwanto • Selasa, 23 Juli 2024 | 23:58 WIB
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Beringharjo Ida Khabibah saat menunjukkan komoditas cabai yang saat ini harganya meroket pada Selasa (23/7).  (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Beringharjo Ida Khabibah saat menunjukkan komoditas cabai yang saat ini harganya meroket pada Selasa (23/7). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Komoditas cabai rawit mengalami peningkatan cukup signifikan di Kota Jogja. Bahkan kenaikan harganya berlangsung selama empat tahap dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Beringharjo Ida Khabibah mengatakan, saat ini harga cabai rawit sudah menyentuh Rp. 80 Ribu per kilogram. Harga tersebut cukup tinggi dibandingkan harga normalnya yang berkisar Rp. 30 Ribu sampai Rp. 35 Ribu per kilogram.

Ida mengungkap, meroketnya harga komoditas cabai juga berlangsung secara bertahap hingga empat kali. Mulai dari harga Rp. 35 ribu per kilogram, lalu naik menjadi Rp. 50 ribu dan berangsur merangkak ke Rp. 75 ribu, sampai sekarang menyentuh Rp. 80 ribu per kilogram.

Perihal penyebab, menurut dia, karena permintaan cabai yang cukup tinggi. Namun disisi lain ketersediaannya cukup minim karena pengaruh musim yang berdampak pada menurunnya produktivitas cabai di kalangan petani.

“Permintaan cabai dari luar Yogyakarta juga cukup tinggi,” ujar Ida saat ditemui, Selasa (23/7).

Meskipun harga cabai rawit merangkak naik, Ida menyebut, untuk jenis cabai lain masih tergolong normal. Misalnya cabai keriting yang saat ini harganya masih berkisar Rp. 30 Ribu per kilogram dan cabai keriting merah Rp. 35 Ribu per kilogram. Bahkan untuk jenis cabai teropong malah merosot dari Rp. 60 ribu kini harganya justru turun menjadi Rp. 40 Ribu per kilogram.

Kendati harga cabai rawit meroket, menurut dia, permintaan bahan makanan berasa pedas itu tergolong normal. Namun pembeli memang mulai mengurangi pembelian, misalnya dalam sehari dia mampu menghabiskan 20 kilogram kini yang laku hanya 10 kilogram saja.

Selain cabai rawit, diketahui juga ada beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan. Contohnya seperti ketimun yang kini harganya sudah menyentuh Rp. 10.000 atau naik Rp. 4.000 dari harga normalnya yang berkisar Rp. 6.000 per kilogram.

“Meskipun pembelian cabai menurun seperti itu pedagang Alhamdulilah belum merugi,” terang Ida.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menyatakan, komoditas cabai memang saat ini mengalami kenaikan signifikan. Bahkan dari pantauannya di beberapa pasar tradisional, kenaikan cabai dalam periode harian bisa mencapai Rp.5.000 per hari.

Ambar mengaku, pihaknya juga tengah berupaya untuk menekan harga cabai. Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di antaranya dengan mempertemukan antara petani dengan pedagang agar dapat dilakukan pembelian secara langsung. Upaya tersebut sudah diterapkan di Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo dengan para petani cabai di kabupaten Bantul.

“Harapan kami upaya itu membantu, meskipun tidak akan mampu mencukupi kebutuhan di Kota Jogja karena permintaan cabai cukup tinggi,” beber Ambar. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #cabai #cabai rawit #harga cabai