Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sediakan Working Space hingga Studio Podcast, Pasar Prawirotaman Jogja Banyak Dikunjungi Anak Muda dan Bule

Elang Kharisma Dewangga • Senin, 22 Juli 2024 | 14:40 WIB

 

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Inovasi banyak dihadirkan di Pasar Prawirotaman, Jogja. Pasar yang memiliki empat lantai itu kini tidak hanya jadi tempat jual beli semata, namun juga ada banyak hal lain yang bisa didapatkan oleh pengunjung.


Front office Prawirotaman Ita Puspa menyebut, berbagai inovasi itu mulai ruang seminar, ruang rapat, working space, studio podcast, studio foto, bahkan studio musik dan juga editing. "Semua inovasi ini sudah ada setidaknya empat tahun. Semuanya terpusat di lantai empat," katanya kepada Radar Jogja Minggu (21/7).


Diakui, ragam inovasi itu sejauh ini memiliki dampak yang positif. Salah satunya memantik rasa penasaran anak-anak muda yang umumnya jarang ke pasar dan akhirnya mau berkunjung. "Selain itu juga banyak bule yang datang, karena kan Prawirotaman ini memang kampung turis," ungkapnya.


Ita berujar, selain berbagi studio dan ruangan di lantai empat, terdapat juga berbagai tenant makanan hingga panggung hiburan yang tersedia di area rooftop pasar. "Untuk tenant makanan sejauh ini ada delapan di rooftop. Kategori makanannya juga kami kurasi dan tidak boleh sama," jelasnya.


Selain itu juga disediakan panggung, sehingga ada live music yang jadwalnya setiap hari Jumat. Ita membeberkan, rata-rata kunjungan di area lantai empat per harinya mencapai 400 orang saat weekday. Sementara saat weekend bisa 700 hingga 800 orang.


"Ramainya sore sampai malam, karena kalau siang kan lagi panas. Sekitar jam 4 mulai rame, sekalian cari sunset di sini. Kalau operasional kami buka sampai jam 10 malam," ungkapnya.


Kendati banyak inovasi yang dihadirkan dan hampir semuanya berbasis modern, hal itu tidak lantas mematikan mata pencaharian para pedagang di lantai bawahnya. Mengingat, segmentasi pasar dan produk atau jasa yang ditawarkan juga berbeda.


"Pasar di lantai 1 sampai 3 juga masih beroperasi. Mereka buka pagi sampai jam 12 siang. Banyak juga pembeli dari lantai bawah yang naik ke sini. Kami punya akses tangga dan juga lift," sebutnya.


Sementara itu, salah seorang pengunjung Anggita Zahrani membeberkan, secara pribadi ia cukup sering datang ke Pasar Prawirotaman. Menurutnya, kawasan pasar ini cukup lengkap dan memadai atas hal-hal yang dibutuhkannya.


"Aku kos dekat sini, jadi cukup sering ke working space di sini. Pertama kali ke sini sekitar enam bulan lalu. Tempatnya enak, pilihannya space-nya juga banyak. Paling enak sore hari ke sini," ujarnya.

Baca Juga: Pasar Kangen di TBY Dikunjungi 187.500 Orang, Omzet 10 Hari Hampir Rp 3 Miliar


Anggi sendiri awalnya jarang datang ke pasar tradisional. Justru ketika datang ke Pasar Prawirotaman ia akhirnya mulai mengekplorasi beberapa pasar tradisional lain di Jogja.


"Setelah dari sini justru akhirnya mulai sering ke pasar lain seperti Ngasem, Kranggan, dan Beringharjo. Aku suka cari makanan tradisionalnya, sekalian bikin konten dan foto-foto," beber perempuan asal Tangerang ini. (iza/laz)

Editor : Satria Pradika
#pasar jogjakarta #insight #Pasar Prawirotaman