Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Manfaatkan Sampah Organik, 18 Ibu-ibu Dasawisma Brontokusuman Jogja Belajar Membuat Losida

Gunawan RaJa • Minggu, 21 Juli 2024 | 21:35 WIB
MANFAAT - Ibu-ibu dasa wisma warga Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Jogja belajar membuat losida bersama PkM UMBY belum lama ini  (Doc UMBY untuk Radar Jogja)
MANFAAT - Ibu-ibu dasa wisma warga Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Jogja belajar membuat losida bersama PkM UMBY belum lama ini (Doc UMBY untuk Radar Jogja)

JOGJA - Di tangan orang-orang kreatif, sampah organik berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Didampingi akademisi, ibu-ibu warga Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Jogja belajar membuat losida.

Losida adalah singkatan dari lodong sortir dapur yang merupakan komposter sederhana yang bisa dibuat sendiri. Losida merupakan media dalam proses pembuatan pupuk organik yang berasal dari sisa dapur, seperti sisa nasi, sayur, maupun buah. 

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kolaborasi memanfaatkan sampah organik di lingkungan ibu-ibu dasa wisma Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Jogja.

Ketua PkM UMBY Dr. Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto mengatakan, 

sampah selalu menjadi permasalahan utama yang belum tuntas dalam penanganannya.  

"Dan sebenarnya sampah organik memiliki banyak manfaat dan dapat menjadi sumber pemasukkan apabila diolah dengan tepat," kata Dr. Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto pada Minggu (21/7/2024).

Psikolog, dari Fakultas Psikologi UMBY ini menyampaikan, jika sampah tidak hanya berhenti di TPA tapi diolah bisa mengerek perekonomian masyarakat.

"Minggu lalu bersama tim, kami melatih 

18 ibu-ibu Dasa Wisma Kana mengolah sampah dan belajar praktek losida," ujarnya.

Baca Juga: Tren Membawa Tumbler: Gaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan yang Digandrungi Anak Muda

Kampus yang banyak melahirkan sociopreneur ini ingin, warga dapat mengelola sampah secara tepat agar dapat memberikan dampak pada sisi ekonomi warga.

Sementara itu, anggota tim PkM Arita Witanti dalam kesempatan itu memberikan materi dan praktek pembuatan losida. Pembuatan losida menggunakan pralon dengan diameter 4 inci dan tinggi 120 centimeter.

"Bagian bawah pralon dilubangi sepanjang 40 cm yang berguna untuk penyebaran pupuk organik yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah," kata Arita.

Cara menggunakan losida yaitu dengan menanam losida ke dalam tanah setinggi lubang yang telah dibuat. Kemudian, masukkan sampah dapur dan sampah organik. Terakhir, tutup bagian atas pralon.

"Pupuk organik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk media tanam,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pengurus dasa wisma Kurniasih menyebut, selain memberikan pelatihan tim PkM UMBY juga menyerahkan bantuan 12 pralon losida.

"Kami mengucapkan terimakasih. Sangat bermanfaat bagi kami," kata Kurniasih. (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #losida #sampah dapur #mengolah sampah #memilah sampah