Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PKS Berpotensi Pisah dari Nasdem dan Gerindra, Ditawari Koalisi dengan PDIP di Pilkada 2024 Gunungkidul

Andi May • Jumat, 19 Juli 2024 | 04:00 WIB

KOMITMEN: Deklarasi koalisi PKS, Gerindra dan Nasdem untuk memenangkan Sutrisna - Sumanto di Pilkada 2024 Gunungkidul, Kamis (6/6).Andi May/Radar Jogja
KOMITMEN: Deklarasi koalisi PKS, Gerindra dan Nasdem untuk memenangkan Sutrisna - Sumanto di Pilkada 2024 Gunungkidul, Kamis (6/6).Andi May/Radar Jogja
 

RADAR JOGJA - Menjelang Pilkada 2024 Kabupaten Gunungkidul, partai-partai politik mulai bergerak cepat dalam membentuk koalisi-koalisi. Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), Nasional Demokrat (Nasdem), dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan yang pertama mendeklarasikan koalisi untuk memenangkan pasangan calon Sutrisna Wibawa dan Sumanto.


Kemudian, disusul oleh Golkar dan PKB yang masih solid untuk tetap bersama sejak Pilkada 2020 kemarin. Tak mau ketinggalan, PDIP dan Demokrat juga mengumumkan telah menjalin koalisi untuk Pilkada 2024 mendatang.


PDIP mulai melebarkan sayap koalisi dengan menjajaki beberapa partai politik seperti Golkar dan PKS. Endah Subekti Kuntariningsih menjadi figur kuat yang disiapkan Partai Pimpinan Megawati Soekarno Putri untuk ikut bersaing dalam konsetesi Pilkada Gunungkidul nanti.


Ketua DPD PKS Gunungkidul Tri Iwan Isbumaryani membenarkan adanya tawaran dari PDIP untuk menjalin koalisi dalam rangka memenangkan Pilkada 2024 nanti. Memiliki lima kursi di legislasi membuat PKS yakin dapat menguatkan partai yang berkoalisi dengannya. PDIP sempat mengajak untuk bergabung koalisi. Namun PKS masih mempertimbangkan.”Kalau kemungkinan untuk berpindah koalisi itu pasti ada," ujar Tri, Kamis (18/7).


Ditanya mengenai koalisi PKS, Nasdem dan Gerindra, Tri mengatakan, belum sepenuhnya terlaksana. Menurutnya, belum ada titik terang mengenai pembentuan koalisi tiga partai tersebut. Pihaknya juga mengaku belum mengantongi surat perintah koalisi dari DPP.

Pertimbangan koalisi ke depan masih dalam proses penjajakan dan koordinasi internal partai. PKS juga belum sepenuhnya mendukung pasangan calon Sutrisna-Sumanto. Kalau mengenai dukungan ke pasangan Sutrisna-Sumanto baru 50 persen. Belum sepenuhnya karena menunggu arahan dari DPP.Semuanya masih dinamis," jelasnya.


Tri mengatakan, PKS sejauh ini belum menyiapkan kader untuk ikut maju dalam konstestasi Pilkada 2024. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung pasangan calon yang telah sepenuhnya menjalin koalisi dengan PKS. PKS objektif melihat pasangan calon yang akan diusung.”Tapi kalai ada peluang untuk mendampingi salah satu calon, kader kami selalu siap," ungkapnya.


PKS sendiri, masih sangat terbuka bagi partai-partai menjalin koalisi dalam memenangkan pasangan calon. Keputusan DPP menjadi pertimbangan utama bagi PKS menjalin koalisi dengan partai-partai politik lainnya.


Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti mengatakan telah berkomunikasi dengan PKS dalam penjajakan koalisi. PDIP bernegosiasi dengan PKS agar dapat menjalin kerja sama politik demgan kami dan juga Demokrat. Penjajakan koalisi, kata Endah, bentuk implementasi perintah DPP PDIP untuk membangun koalisi besar pada Pilkada 2024 nanti. (ndi/din)

Editor : Satria Pradika
#pilkada 2024 #Gunungkidul #PDIP #nasdem