JOGJA - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta menyelenggarakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral.
Pengukuran dan pemetaan kadastral merupakan pengkajian terhadap tanah sebagai sumber alam.
Melalui kegiatan tersebut sebanyak 2.743 bidang tanah satu kalurahan di Kabupaten Kulon Progo dinyatakan lengkap terpetakan.
"Artinya, seluruh bidang tanah yang ada di kalurahan tersebut telah terdaftar terukur di mana data kepemilikan dan penguasaannya diketahui secara pasti," kata Ketua Program Studi (Prodi) Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral STPN, Muh Arif Suhattanto, Rabu (17/7/2024).
Pengukuran dan pemetaan kadastral ini melibatkan sekitar 450 taruna peserta PKL.
Lokasinya berada di Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.
"Kegiatan PKL pengukuran dan pemetaan kadastral berlangsung selama 21 hari. Mulai 24 Juni sampai 15 Juli 2024," ujarnya.
Setelah bidang tanah berhasil terpetakan lengkap, pemerintah kalurahan lebih mudah dalam menyusun rencana pembangunan.
Perolehan pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) maupun pajak penghasilan (PPh) dapat ditingkatkan.
"Juga bisa mengurangi potensi sengketa pertanahan dan memudahkan layanan pertanahan," ungkapnya.
Output dari kegiatan PKL D I PPK STPN Yogyakarta ini berupa peta bidang tanah beserta data kepemilikan tanah yang sudah diserahkan melalui pemerintah kalurahan setempat.
"Istilahnya peta klaster," ucap Dosen Bidang Survei, Pengukuran dan
Pemetaan STPN Yogyakarta ini.
Hasilnya, sebanyak 2.743 bidang tanah di Kalurahan Tanjungharjo telah terpetakan secara lengkap.
Dari jumlah tersebut diketahui penggunaan tanah pertanian sebanyak 1.539 bidang dan tanah non pertanian 1.204 bidang.
"Klaster 1 (K1) 623 bidang tanah dapat diterbitkan sertifikat data fisik dan yuridis lengkap," ungkapnya.
K2 atau belum bersertifikat, terdapat sengketa satu bidang.
K3 atau belum bersertifikat, subjek hak tak dikenali 140 bidang tanah dan K4 sudah sertifikat, perlu perbaikan informasi pada peta sebanyak 1.979 bidang tanah. (gun)
Editor : Meitika Candra Lantiva