Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Kota Jogja Resmi Meluncurkan Aplikasi Pemantauan permasalahan Gizi Balita, Seperti Apa Kegunaannya

Bahana. • Selasa, 16 Juli 2024 | 21:49 WIB

Peresmian Aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Pada Balita di Yogyakarta ( Sumber : warta.jogjakota.go.id )
Peresmian Aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Pada Balita di Yogyakarta ( Sumber : warta.jogjakota.go.id )
RADAR JOGJA - Pemerintah Kota Yogyakarta telah meluncurkan sebuah inovasi terbaru berupa Aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Balita (PPGB) yang diresmikan oleh PJ Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto bersama Kepala Dinas Kesehatan, Emma Rahmi Aryani di Hotel Burza Yogyakarta, pada Senin (15/7/24) .

Peluncuran aplikasi pemantauan gizi balita ini merupakan langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak.

Dengan fitur-fitur canggih yang ditawarkan, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam menangani permasalahan gizi balita dan mendukung kesejahteraan generasi penerus bangsa.

Aplikasi ini bertujuan untuk memantau, mendeteksi, dan mengatasi permasalahan gizi pada balita secara lebih efektif dan efisien. Aplikasi PPGB ini merupakan bagian dari program PANDU SAGITA.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahma Aryani mengatakan, Aplikasi PPGB merupakan program yang data digunakan untuk menampilkan data anak-anak usia dibawah umur 2 Tahun (baduta) dan balita yang memiliki permasalahan pada gizi.

Tidak Hanya itu, Aplikasi ini juga membantu untuk melihat masalah gizi per tahunnya dan melihat statistik sasaran yang ditimbang dan diukur.

Dengan diluncurkannya aplikasi ini, Pemkot Jogja berharap dapat menurunkan angka kasus malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Yogyakarta.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan yang berada di bawah standar untuk usia mereka. Kondisi ini memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” Imbuhnya.

Sementara itu, Pejabat Wali Kota Yogyakarta, Sugeng purwanto mengapresiasi dan mendukung penuh adanya aplikasi PPGB ini.

“Pelayanan kesehatan balita baik dari kandungan hingga lahir harus dilakukan secara masif. Pemerintah bersama masyarakat bisa memaksimalkan aplikasi PPGB ini,” ujarnya.

Dengan diluncurkannya aplikasi ini, Pemkot Jogja berharap dapat menurunkan angka kasus malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Yogyakarta.

Aplikasi ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengembangkan teknologi serupa dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Penulis : Siska Andaniar Nadia Rahma

Editor : Bahana.
#aplikasi #Dinkes Kota Jogja #gizi balita