Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Suhu Udara Dingin, Waspadai Penyakit Diare dan ISPA, BMKG Perkirakan Akan Terjadi hingga Agustus Mendatang

Iwan Nurwanto • Selasa, 16 Juli 2024 | 03:00 WIB

Seorang tunawisma tidur menggunakan selimut untuk melindungi diri dari suhu dingin di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja.
Seorang tunawisma tidur menggunakan selimut untuk melindungi diri dari suhu dingin di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja.


RADAR JOGJA – Sejak beberapa hari ini, suhu udara dingin yang terasa di hampir seluruh wilayah Yogyakarta. Sebagian di antara kita menyebutnya sebagai bediding. Kondisi ini pantas diwaspadai. Sebab, berpotensi membawa berbagai penyakit.


Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan diare merupakan jenis penyakit kerap muncul saat suhu udara dingin. Sebab, di awal musim kemarau seperti sekarang juga meningkatkan produksi debu.


Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat karena penyakit ISPA dan diare tidak jarang mengganggu aktifitas. Upaya pencegahannya, dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).


Endang juga meminta, agar masyarakat yang kondisinya masih sehat mengantisipasi penularan dengan menghindari orang yang sakit. Kemudian juga rutin mengonsumsi air putih minimal delapan gelas perhari meskipun tidak haus.“Selain itu juga perlu untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan konsumsi gizi seimbang,”pesannya.


Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas mengungkapkan, ada pergerakan angin moonsoon Australia yang melewati Indonesia. Kondisi itu biasa terjadi di awal musim kemarau dan menjadi penyebab suhu udara terasa dingin.


Kemudian,tutupan awan di langit Jogjakarta juga relatif sedikit. Dampaknya, membuat pantulan panas bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, namun langsung terlepas dan hilang ke angkasa.


Dari hasil pantauan selama 5 sampai 14 Juli, suhu udara minimum di Yogyakarta juga berkisar dari 18 sampai 22 derajat celcius. Suhu udara cukup rendah itu akan sangat terasa di waktu malam hari.


Meskipun demikian, catatan suhu yang terjadi saat ini bukan yang terendah. Catatan Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta selama sepuluh tahun terakhir, suhu terendah ada terjadi Agustus 2018 lalu dengan suhu 17 derajat celcius.”Udara dingin tahun ini kemungkinan juga berlangsung hingga Agustus mendatang,” tandas Reni. (inu/din)

Editor : Satria Pradika
#Yogyakarta #ispa #Suhu Udara Dingin #penyakit diare #BMKG