Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Main Gubuk-gubukan, Indahnya Tinggal  di Kolong Meja dengan Teman-Teman Akrabnya

Gunawan RaJa • Minggu, 14 Juli 2024 | 06:43 WIB

 

Prasasti Bintarum  (Dok Pribadi)
Prasasti Bintarum (Dok Pribadi)

RADAR JOGJA - Suasana hening di Bakalan RT 09, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, tahun 80-an. Gadis bernama Prasasti Bintarum berkumpul dengan teman-temannya. Mereka sedang bermain rumah-rumahan di kolong meja.

Sekitar pukul 13.00, 42 tahun silam, Sasti tiba di rumah usai pulang sekolah. Oleh teman-temannya, ia dikenal mudah bergaul. Benar saja, tidak lama berselang kawan-kawannya mulai berdatangan.

Sebut saja Anjras, Kunthi, Ganis, Harti dan yang lain. Bikin rumah-rumahan yuk," kata perempuan yang akrab disapa Sasti ini.

Ajakan bermain rumah-rumahan atau gubuk-gubukan itu langsung disambut hangat teman-temannya. Bergegas mereka menuju 'toko bangunan' untuk menyiapkan material.

Bola mata tertuju pada meja besar berkaki empat. Bangku berukuran raksasa digotong rame-rame. Sasti dan kawan-kawan selanjutnya tersenyum. "Bikin rumah seperti apa ya," ucapnya dalam hati.

Sahabat yang lain tiba-tiba dari kejauhan terlihat membawa kain panjang. Di antaranya menyiapkan balok kayu dan apa saja yang penting aman tidak membahayakan.

Sasti sendiri juga terlihat sibuk. Gadis kecil yang kemudian ditakdirkan menjadi dokter gigi itu meraih kain panjang tadi. Dibentangkan mengelilingi meja sampai kolongnya tidak terlihat.

"Ruang tamu di sebelah kanan, ruang makan juga ada. Ini sudah seperti rumah beneran," gumamnya dalam hati 

Tiba-tiba, guprakkk!! entah bagaimana cerita awalnya. Rumah yang telah selesai dibangun runtuh. Ternyata kain yang digunakan sebagai tirai tidak terikat kencang sehingga melorot.

"Iki kepiye kurang kuat. Ayo diewangi mbenakke (ini gimana kurang kuat. Ayo bantu perbaiki," ucap Sasti menyeru para 'penduduk'.

Setelahnya susana terasa sepi. Ada sekitar empat orang saling pandang dan menyaksikan bangunan rumah dibawa kolong meja sudah jadi.

Tapi keheningan itu tak berlangsung lama karena ada insiden lagi. Tempat tidur yang ada di bawah kolong meja, basah dan tercium bau "pesing".  

"Woii... siapa yang ngompol," kata penghuni rumah berteriak bersamaan. Mereka saling tuduh satu sama lain. Berlarian, tertawa lepas, marah, emosi campur aduk. 

"Begitulah cerita 42 tahun silam. Permainan zaman dulu sangat menyenangkan," kata Sasti.

Terkadang dirinya mengaku rindu dengan masa kecil. Untuk melepas kangen, dia menuju grup WhatsApp (WA) beranggotakan teman sepermainan.

"Tanya kabar mereka. Kirim foto-foto jadul di grup WA. Beda ya dengan permainan anak zaman sekarang," ucap Sasti. (gun/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Prasasti Bintarum