RADAR JOGJA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DinkopUKM) DIY dan Tim Qwords menyelenggarakan pelatihan digital marketing kepada pelaku usaha kategori UMKM di Teras Malioboro 1.
Lewat pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari itu, peserta mendapatkan materi optimalisasi website. Pelatihan tersebut dinilai penting karena produk UMKM DIY dinilai berpotensi bisa go international.
Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Dinas Koperasi dan UKM DIY Veronica Setioningtyas menyampaikan, di DIY itu terdapat 340 ribu pelaku usaha UMKM. “Mereka harus dibantu untuk survive,"ujarnya.
DinkopUKM DIY melakukan pemdampingan dari berbagai aspek mulai dari SDM, kelembagaan, keuangan, produksi, pemasaran hingga digitalisasi. Kelembagaan ini dimulai dari mengurus legal usaha yakni nomor induk usaha. “Kami telah bekerjasama dengan pihak terkait untuk bisa membantu UMKM dalam kepengurusan Nomor Induk Usahanya," tuturnya.
Aspek yang pentung selanjutnya adalah pencatatan keuangan. Para pelaku UMKM diberi pengertian untuk senantiasa mencatat sirkulasi keuangan mereka baik masuk ataupun keluar. Hal itu berfungsi untuk pengajuan pinjaman di Bank apabila membutuhkan modal untuk meningkatkan usahanya.
"Kami siap mendampingi agar UMKM bisa survive baik secara offline atau online salah satunya dengan fasilitas market hub free ongkir baik dalam maupun ke luar negeri," jelasnya.
Terakhir yakni aspek digitalisasi, pelatihan yang dilakukan oleh Tim Qwords tersebut bertujuan untuk upgrade pemasaran pelaku UMKM ke ranah digital.
Kedepan rencananya akan ada web khusus Teras Malioboro 1 sebagai sarana bagi para pelaku usaha di TM 1 untuk memasarkan produknya."Mereka dapat menampilkan proses produksi, produk knowledge dan bagaimana buyer semakin mudah menghubungi produsen," pungaksnya.
CEO dari PT Qwords Company International sekaligus pemateri Rendy Maulana Akbar mengatakan pembuatan website bagi para pelaku usaha menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan calon pembeli. Selain itu, legalitas usaha juga mendukung para pelaku UMKM agar produknya lebih terverifikasi baik dari segi halal ataupun lainya.
Peserta yang dipilih merupakan para pelaku UMKM yang memang berniat untuk naik kelas dan mau melakukanya sendiri. Pendaftaran dilakukan dengan membagikan informasi ke setiap grup UMKM binaan DinkopUKM DIY. "Dari 210 pendaftar kami ambil 45,”jelasnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika