BANTUL - Pendidikan pariwisata di Jogjakarta mengalami perkembangan cukup pesat.
Kuota mahasiswa baru (maba) program pendidikan (prodi) S3 pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) misalnya, tahun ini penuh bahkan waiting list.
Ketua Sekolah Ilmu Pariwisata Ambarukmo Yogyakarta (STIPRAM) Dr. Suhendroyono mengatakan, pariwisata itu ilmu bukan keterampilan.
"Buktinya dengan selamat dan berkembang telah dibuka program S3 Pariwisata," kata Dr. Suhendroyono dalam acara wisuda mahasiswa prodi magister pariwisata, prodi sarjana pariwisata, dan mahasiswa prodi diploma tiga perhotelan di kampus setempat Kamis (11/7/2024).
Menurutnya di Indonesia prodi S3 pariwisata perguruan tinggi hanya ada dua, salah satunya STIPRAM Jogjakarta.
Dia menyebut, kuota S3 mahasiswa baru 2024 sudah penuh.
"Sisanya masuk kuartal tahun 2025. Jadi, ada waiting list."
"Mohon maaf kuliah saja pakai waiting list," ujarnya.
Pihaknya juga meminta kepada masyarakat berkepentingan melalukan kroscek, bahwa kuliah ke STIPRAM termurah di Indonesia.
Kemudian Suhendroyono membandingkan pengadaan seragam Sekolah Dasar (SD) dengan STIPRAM.
"Level SD biaya urunan (patungan) seragam mencapai jutaan, STIPRAM hanya Rp 30an ribu," ucapnya.
Lebih jauh dikatakan, program S3 Pariwisata juga dibuka di luar negeri, salah satunya Malaysia.
Pihaknya berharap, kolaborasi pendidikan dengan negara asing membawa dampak positif terhadap iklim pariwisata.
Sementara itu dalam sambutannya, Pembina Yayasan Ambarrukmo Drs. Oentoeng Soebyanto mengingatkan pada lulusan STIPRAM.
Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata di Indonesia dan bahkan di kancah internasional.
"Inovasi, kreativitas, dan dedikasi anda akan sangat dibutuhkan untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi," kata Oentoeng Soebyanto. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin