Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Marak Bakar Sampah, Kandungan Debu Halus di Kota Jogja Naik, Ini Dampaknya

Iwan Nurwanto • Kamis, 11 Juli 2024 | 04:55 WIB
ASAP KENDARAAN: Pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Tentara Pelajar, Kota Jogja, (10/7).GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ASAP KENDARAAN: Pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Tentara Pelajar, Kota Jogja, (10/7).GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyebut kualitas udara memburuk. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari pengaruh musim hingga masifnya pembakaran sampah.

Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Intan Dewani mengatakan, dari hasil pantauan memang ada peningkatan di indeks standar pencemaran udara (ISPU). Hal itu dibuktikan dari naiknya tingkat kandungan debu halus atau yang disebut Particulate Meter (PM) 2,5.

Meskipun secara umum ISPU di Kota Jogja dalam kategori baik,  Intan meminta agar masyarakat tetap waspada. Sebab pada bulan Februari sampai dengan April ISPU untuk PM 2,5 mencapai angka 50 atau masuk dalam kategori baik.

“Namun setelah memasuki Mei sampai dengan Juni tingkat PM 2,5 naik ke angka 60 atau kategorinya menjadi sedang,” ujar Intan saat dikonfirmasi, Rabu (10/7).

Dia menyebut, ada berbagai faktor yang membuat pencemaran udara di Kota Jogja meningkat. Di antaranya karena pengaruh musim kemarau yang memang memiliki kecenderungan dapat menaikkan produksi debu halus.

Kemudian, aktivitas pembakaran sampah juga dapat menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas udara di Kota Jogja. Sebab, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat menjadi sumber polutan dan mengotori udara yang sebelumnya bersih.

Selain itu, makin tingginya aktivitas kendaraan bermotor pun dapat mengakibatkan polusi udara semakin meningkat. Dikarenakan emisi gas buang dari kendaraan dapat menghasilkan karbondioksida yang berbahaya bagi lingkungan dan pernafasan manusia.

Karena itu, Intan menghimbau, agar masyarakat mulai terbiasa mengelola lingkungan untuk menjaga kualitas udara. Upaya yang dapat dilakukan, yakni dengan penanaman pohon di sekitar rumah supaya meningkatkan kadar oksigen dan rutin melakukan uji emisi kendaraan.

“Selain itu juga harus dikurangi aktivitas yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan hidup,” tandasnya.

Salah satu warga Kota Jogja Nugraha menyebut, akhir-akhir ini aktivitas pembakaran sampah memang meningkat. Bahkan tidak hanya di dalam lingkungan pemukiman saja, namun juga di pinggir jalan-jalan protokol.

Kondisi itu menurutnya cukup mengganggu karena bau dari sampah yang terbakar cukup menyengat. Bahkan tidak jarang mengakibatkan gangguan pernapasan seperti batuk. “Aktivitas pembakaran sampah menurut saya harus dikurangi karena mengganggu,” kata Nugraha. (inu/pra)

Editor : Satria Pradika
#dinas lingkungan hidup #Kota Jogja #ISPU #Debu Halus #pembakaran sampah #Sampah #DLH