JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih meneruskan program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) kepada para lansia rentan.
Data bulan Juni menunjukkan realisasi JSLU telah mencapai 7.964 dari total penyediaan kuota sebanyak 8.000 lansia.
Program tersebut telah dimulai sejak bulan Januari 2024 salah satu tunjuannya untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan.
Maka dari itu, program JSLU diperuntukkan bagi lansia khsusnya yang belum menerima jaminan atau bantuan sosial lainya.
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan disediakan sebanyak 8.000 kuota bagi lansia yang belum menerima bantuan sosial lain dan berpenghasilan rendah.
Mekanisme pencairan bantuan tersebut melalui penyiapan rekening virtual account yang kemudian disalurkan dalam bentuk QR Code/barcode dengan nilai bantuan Rp300.000 per orang per bulan.
Uang tersebut nantinya akan dicairkan dalam bentuk belanja di warung yang telah disiapkan pihak Dinsos DIY.
"Nantinya kami setiap bulan akan update data terus."
"Karena mungkin ada yang meninggal, pindah atau sudah tidak sesuai atau double mendapatkan bantuan," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (10/7/2024).
Sebagai pemberdayaan masyarakat sekitar, Dinsos menunjuk beberapa warung sebagai penyedia bahan pangan yang akan melayani lansia untuk belanja.
Warung tersebut dipilih di sekitar tempat tinggal lansia yang telah didata mendapatkan JSLU.
"Ketika mereka melayani lansia sudah pasti bisa menambah penghasilan di warungnya," tuturnya.
Sejalan dengan itu, Penyuluh Sosial Pengentasan Kemiskinan Dinsos DIY Maya Kartika Sari menambahkan data bulan Juni menunjukkan realisasi JSLU telah mencapai 7.964 dari total penyediaan kuota sebanyak 8.000 lansia.
"Setiap bulan tersalur berapa, yang tidak tersalur akan diganti dengan data cadangan," ujarnya
Bentuknya uang tunai senilai Rp 300 ribu yang pencairannya melalui virtual akun setiap bulanya.
Jadi setiap lansia dibuatkan kartu (VA) dan kartu tersebut yang digunakan untuk berbelanja.
"Kami punya retail khusus namanya Waluyo (warung lanjut usia)," tuturnya.
Bantuan tersebut hanya bisa diakses di Waluyo dengan menggunakan metode QR Barcode.
Warung tersebut sudah diploting persebarannya yakni di lokasi terkdekat dengan rumah tinggal lansia.
"Minimal dalam satu kecamatan itu pasti ada, para lansia juga ada pendampingnya," jelasnya.
Pendamping tersebut berasal dari Dinas Sosial dengan total pendamping sebanyak 357.
Jadi satu orang pendamping bisa mengampu 20-30 lansia.
"Tergantung daerah mereka ada berapa lansianya," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin