Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DLH Ungkap Kualitas Udara di Kota Jogja Makin Memburuk, Salah Satunya karena Pembakaran Sampah

Iwan Nurwanto • Rabu, 10 Juli 2024 | 21:35 WIB
JADI SOLUSI: Warga Jogoyudan bersama PCM Jetis melakukan proses pengolahan sampah dengan mesin pembakar sampah di kampung Jogoyudan, Jetis, Jogja, Sabtu (29/6).
JADI SOLUSI: Warga Jogoyudan bersama PCM Jetis melakukan proses pengolahan sampah dengan mesin pembakar sampah di kampung Jogoyudan, Jetis, Jogja, Sabtu (29/6).

JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyebut kualitas udara memburuk.

Penyebabnya pun beragam.

Mulai dari pengaruh musim hingga masifnya pembakaran sampah.

Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Intan Dewani mengatakan, dari hasil pantauan pihaknya memang ada peningkatan di indeks standar pencemaran udara (ISPU).

Baca Juga: Masih Eksis! Ini Dia Beberapa Mitos di Yogyakarta yang Perlu Diketahui

Hal itu dibuktikan dari naiknya tingkat kandungan debu halus atau yang disebut Particulate Meter (PM) 2,5.

Meskipun secara umum ISPU di Kota Jogja dalam kategori baik,  Intan meminta agar masyarakat tetap waspada.

Sebab pada bulan Februari sampai dengan April ISPU untuk PM 2,5 mencapai angka 50 atau masuk dalam kategori baik. 

Baca Juga: Gareth Southgate Diyakini Hanya Lakukan Satu Perubahan dari Segi Starting Line Up dengan Luke Shaw Yang Tampil Mengesankan Kembali di Bangku Cadangan

“Namun setelah memasuki bulan Mei sampai dengan Juni tingkat PM 2,5 naik ke angka 60 atau kategorinya menjadi sedang,” ujar Intan saat dikonfirmasi, Rabu (10/7/2024).

Dia menyebut, ada berbagai faktor yang membuat pencemaran udara di Kota Jogja meningkat.

Salah satunya karena pengaruh musim kemarau yang memang memiliki kecenderungan dapat menaikkan produksi debu halus. 

Baca Juga: Viral Kebakaran di SD Negeri Bhayangkara, Damkarmat Kota Jogja Ungkap Penyebabnya!

Kemudian, adanya aktivitas pembakaran sampah juga dapat menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas udara di Kota Jogja.

Sebab, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat menjadi sumber polutan dan mengotori udara yang sebelumnya bersih.

Di samping itu, makin tingginya aktivitas kendaraan bermotor pun dapat mengakibatkan polusi udara semakin meningkat.

Baca Juga: Marcelo Bielsa Tak Memiliki Rencana Kedua untuk Hentikan Serangan Kolombia: Tuhan Yang Akan Menentukan Sisanya

Dikarenakan emisi gas buang dari kendaraan dapat menghasilkan karbon dioksida yang berbahaya bagi lingkungan dan pernafasan manusia.

Oleh karena itu, Intan mengimbau, agar masyarakat mulai terbiasa mengelola lingkungan untuk menjaga kualitas udara.

Upaya yang dapat dilakukan, yakni dengan penanaman pohon di sekitar rumah supaya meningkatkan kadar oksigen dan rutin melakukan uji emisi kendaraan.

Baca Juga: Gubernur DIY Memberi Empat Pekerjaan Rumah Penting bagi Kepala Bappeda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti, Apa Saja?

“Selain itu juga harus dikurangi aktivitas yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan hidup,” tandasnya.

Terpisah, Nugraha salah satu warga Kota Jogja menyebut, bahwa akhir-akhir ini aktivitas pembakaran sampah memang meningkat.

Bahkan tidak hanya di dalam lingkungan pemukiman saja, namun juga di pinggir jalan-jalan protokol.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Magelang Musnahkan Sejumlah Barang Bukti, Berikut Rinciannya..

Kondisi itu menurutnya cukup mengganggu karena bau dari sampah yang terbakar cukup menyengat.

Bahkan tidak jarang mengakibatkan gangguan pernapasan seperti batuk.

“Aktivitas pembakaran sampah menurut saya harus dikurangi karena mengganggu,” kata Nugraha. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #emisi asap #gas buang #polusi udara