RADAR JOGJA- Disperindag DIY berencana mengekspor gudeg dalam kemasan ke Arab Saudi. Ini sebagai salah satu menu makanan untuk jemaah haji dan umrah selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Rencana untuk mendatangkan gudeg kemasan dari Indonesia sendiri sudah pernah disampaikan oleh para pembeli asal Arab Saudi. Mereka tertarik gudeg karena bisa menjadi salah satu makanan untuk jemaah haji dan umrah. “Itu luar biasa pasarnya," jelas Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti.
Syam mengatakan, rencana ekspor tersebut akan menggandeng asosiasi gudeg di Jogja. Sebab salah satunya berkaitan dengan pemenuhan sertifikasi untuk ekspor makanan ke Arab Saudi.
Untuk dapat menjadi komoditas ekspor, gudeg kemasan juga diharuskan memiliki ketahanan minimal 1 hingga 1,5 tahun. "Dari Arab itu ada beberapa sertifikasi yang harus diurus. Saat ini baru berproses," ungkapnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekspor DIY mencapai 43,43 juta dolar AS pada Mei 2024. Jumlah itu naik 26,47 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) dibandingkan April 2024.
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, nilai ekspor DIY pada Mei 2024 merupakan nilai ekspor tertinggi sejak Januari 2024. Destinasi ekspor DIY terbesar pada Mei 2024 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 18,27 juta USD atau sebesar 42,07 persen.
Sementara pangsa ekspor terbesar kedua adalah Jepang dengan nilai ekspor 4,24 juta USD. Kemudian Jerman dengan nilai ekspor 3,69 juta USD. Sedangkan ekspor ke Belanda, Australia, Inggris, Korea, Selatan, Prancis, Singapura, dan Malaysia masih di bawah Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.“Mudah-mudahan ini menjadi sinyal ekonomi di triwulan II lebih baik," kata Herum.
Ia mengatakan, komoditas yang diekspor dari DIY terbesar adalah golongan pakaian jadi bukan rajutan senilai 15,15 juta USD dengan andil 34,88 persen.
Kemudian barang-barang dari kulit dengan nilai 4,82 juta USD dengan andil 11,1 persen. Lalu diikuti perabot dan penerangan rumah sebesar 4,19 juta USD dengan andil 9,65 persen.(tyo/din)
Editor : Satria Pradika