RADAR JOGJA - Sejumlah cara dilakukan perguruan tinggi swasta (PTS) di DIJ untuk menarik minat mahasiswa baru (maba). Salah satunya melalui strategi multilevel marketing (MLM). Strategi MLM tersebut biasanya dilakukan kampus yang belum mengantongi peringkat akreditasi tertinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
"Apa lagi kampus-kampus besar juga semakin gencar dengan program-program unggulan," kata seorang marketing PTS di Jogja yang meminta namanya tidak disebut kemarin (7/7).
Tanpa inovasi dan terobosan, menurutnya bukan tidak mungkin nama besar kampus runtuh akibat tidak dilirik calon mahasiswa baru. Oleh karena itu, menggencarkan promosi dengan meniru strategi MLM jadi jalan alternatif untuk menangkap peluang maba. "Satu orang mengajak mahasiswa baru lainnya dapat fee, begitu seterusnya," ujarnya.
Menurutnya, jika satu orang berhasil mengajak satu mahasiswa baru sampai pada tahapan mendaftar, bonus yang ditawarkan mulai dari Rp 600 ribu sampai dengan Rp 1 juta. "Tapi bonus ini tidak berlaku untuk mahasiswa baru program beasiswa lho ya," jelasnya.
Berdasarkan pengalaman, strategi MLM cukup berhasil. Pernah tercatat satu orang bisa mengantongi belasan juta rupiah. Karena berhasil merekrut belasan mahasiswa baru. "Selain mengejar kuantitas, tapi kami juga menjamin kualitas. Ini hanya bagian dari strategi saja," ungkapnya.
Bagian marketing PTS lainnya menyebut, stretegi mencari mahasiswa baru yang dilakukan mirip dengan pola kampanye calon kepala daerah maupun calon legislatif (celeg). "Ketika mendekati masyarakat sosialisasi, menawarkan program dan yang lain," kata dia.
Mengenai strategi tebar bonus bagi pihak yang berhasil mengajak mahasiswa baru untuk masuk ke perguruan tinggi, dia mengakuinya. "Bisa mengajak satu mahasiswa baru fee-nya sebesar Rp 1 juta. Makanya, saya mengingatkan mahasiwa lama agar mengajak temannya supaya ada pemasukan," bebernya.
Diketahui berdasarkan data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Jogjakarta, dari 100 PTS di Jogja, baru delapan kampus terakreditasi unggul. PTS dengan predikat akreditasi unggul masing-masing UII, UMY, UAD, UNISA, ATMAJAYA, Poltliteknik YKPN, Sanata Dharma, dan UKDW.
Sebagian besar sisanya, atau 92 kampus masih terus berjuang menaikkan status kampus dan menjadikan Program studi (prodi) sebagai magnet dalam mempertahankan serta memperkuat eksistensi. "Jika tidak dilakukan (penyesuaian dunia industri, Red), prodi yang ada tidak relevan dengan tuntutan zaman," kata Kepala LLDIKTI) Wilayah V Jogjakarta Setyabudi Indarto.
Dia khawatir, jika PTS tidak segera beradaptasi dengan perubahan dunia, antara kompetensi keilmuan dengan jenis pekerjaan tak akan sinkron. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika