Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dishub Prediksi Kemacetan Lalu Lintas di Jogja saat Liburan Terus Terjadi hingga Sabtu Depan

Iwan Nurwanto • Senin, 8 Juli 2024 | 15:00 WIB

 

Kepadatan lalu lintas kendaraan di Jalan Abu Bakar Ali yang merupakan jalur masuk menuju kawasan Malioboro, Kota Jogja, kemarin (7/7). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Kepadatan lalu lintas kendaraan di Jalan Abu Bakar Ali yang merupakan jalur masuk menuju kawasan Malioboro, Kota Jogja, kemarin (7/7). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Beberapa hari ke depan masyarakat Kota Jogja harus akrab dengan kemacetan. Sebab, dari prediksi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, kepadatan lalu lintas akibat musim liburan bakal terus terjadi hingga pekan depan.

Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, kondisi lalu lintas di Kota Jogja mengalami peningkatan jumlah kendaraan hingga 80 persen dibandingkan hari biasa. Kondisi itu tidak dipungkiri dapat berdampak kemacetan.

Menurut Arif, setidaknya ada enam ruas jalan yang menjadi titik rawan kemacetan. Meliputi Jalan Sudirman dari Jembatan Gondolayu hingga Tugu, kemudian Simpang Pingit, lalu lingkar Gitatory Malioboro, Jalan Sultan Agung, Jalan Senopati, serta Jalan KH Ahmad Dahlan.

Mantan camat Gondomanan ini memprediksi, situasi lalu lintas yang padat dan penuh sesak kendaraan seperti sekarang juga dapat terjadi selama musim liburan sekolah. Kemungkinannya, lalu lintas di Kota Jogja dapat kembali normal mulai pekan depan 

"Prediksinya sampai hari Sabtu depan atau akhir masa liburan sekolah (lalu lintas kembali normal),” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (7/7).

Terpisah, Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyampaikan, pihaknya juga sudah menyiapkan strategi mengatasi lonjakan sampah selama musim liburan. Upayanya diwujudkan dengan memaksimalkan peran tiga TPS3R di Kota Jogja. Selain itu, sebagian kecil sampah juga masih dapat dibawa ke TPA Piyungan.

Dia menjelaskan, TPS3R Kranon, Karangmiri, dan Nitikan mampu mengelola sampah sebesar 140-160 ton. Kemudian juga akan didukung pengolahan di tingkat depo seperti di depo Tompeyan dan Depo Pasar Demangan. (inu/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#kemacetan #Agus Arif Nugroho