Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merti Kampung Kenduri Suro Keparakan Lor, Sebagai Wujud Pelestarian Budaya

Rizky Wahyu Arya Hutama • Senin, 8 Juli 2024 | 14:10 WIB
MERIAH: Masyarakat Kampung Keparakan Lor melaksanakan prosesi Kenduri Suro, kemarin (7/7). Kegiatan ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
MERIAH: Masyarakat Kampung Keparakan Lor melaksanakan prosesi Kenduri Suro, kemarin (7/7). Kegiatan ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Masyarakat Kampung Keparakan Lor, Mergangsan, Kota Jogja menggelar Merti Kampung Kenduri Suro memperingati malam Satu Suro atau perayaan Tahun Baru Jawa. Acara ini digelar Sabtu (6/7) malam dan Minggu (7/7) siang.

Pada Sabtu (6/7) malam, dilaksanakan kenduri dan arak-arakan keliling Kampung Keparakan Lor. Mereka membawa udik-udik yang disimbolkan dengan ikan dan tujuh tumpeng yang pada akhirnya dilarung di Kali Code. Pada Minggu (7/7), kirab gunungan dan kirab budaya.

Ada dua gunungan yang diarak, gunungan lanang dan wadon. Gunungan wadon berisi sayuran yang melambangkan kehidupan sehari-hari dan gunungan lanang itu berisi hasil kegiatan masyarakat seperti UMKM dan kebutuhan pokok yang lainnya.

Ketua Kampung Keparakan Lor Rusdi Arief Hartono menjelaskan acara ini sebagai rasa syukur. Sehingga harapan ke depannya masyarakat bisa meningkatkan kebaikan-kebaikan yang sudah dijalankan. "Kami mencoba berinkulturasi dengan nilai-nilai baik yang ada," ujarnya, Sabtu (6/7) malam.

Acara ini sudah berjalan selama tiga tahun. Namun untuk acara kendurinya sendiri sudah berjalan selama enam tahun.Karena acara ini mengandung nilai-nilai baik dan sebagai warisan dari leluhur, akan terus dilanjutkan oleh masyarakat. "Mudah-mudahan generasi sekarang bisa melihat nilai-nilai baik ini. Supaya bisa melestarikan kehidupan yang lebih baik," cetusnya.

Rusdi berharap setelah ini kehidupan sosial kemasyarakatan Kampung Keparakan Lor bisa lebih baik dan sejahtera. Selain taraf hidupnya juga kualitas hidupnya. Baik untuk anak-anak generasi muda, juga orang-orang tuanya agar bisa membimbing generasi muda saat ini dan yang akan datang.

Ketua panitia Lilik Mardiyanto juga berharap agar acara tersebut bisa menjadi kalender wisata. Lilik juga berkeinginan agar acara ini bisa terus berlangsung dari tahun ke tahun. Sebab acara ini wujud dari upaya nguri-uri budaya."Kami juga sertakan anak-anak agar bisa tahu budaya tersebut," tandasnya. (ayu/din).

Editor : Satria Pradika
#satu suro #kali code #Tahun baru Jawa