Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Omzet Dua Kali Lipat di Lapak Pasar Kangen Jogja, Barang Lawasan Mulai Buku sampai Radio Tabung

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 6 Juli 2024 | 04:40 WIB

Pengunjung berburu barang jadul atau lawas yang dijual dalam gelaran tahunan Pasar Kangen, di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), (5/7). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Pengunjung berburu barang jadul atau lawas yang dijual dalam gelaran tahunan Pasar Kangen, di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), (5/7). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Penyelenggaraan even tahunan Pasar Kangen Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari keikutsertaan puluhan lapak barang lawas dan antik yang biasanya berada di depan galeri pameran Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Para pedagang barang kuno ini mengaku omzetnya naik saat membuka lapak di even Pasar Kangen Yogyakarta.


Puluhan lapak penjual barang antik terlihat ramai dikunjungi orang-orang yang datang ke even ini. Mulai dari mainan tradisional, keris akik dan pusaka, buku lawas dan berbagai jenis barang lawas dipajang di atas tikar lesehan di depan ruang galeri TBY.


Salah seorang pemilik Lapak Fantasi Musik Indonesia Mimier mengatakan, ia khusus menjual kaset pita lawas. Ia berjualan sudah sejak 2016 yang banyak dilakukan di online store. Namun karena terdapat space di Pasar Kangen Jogjakarta untuk penjual barang lawas, maka ia selalu mendaftar setiap tahunnya. "Sejak 2019 saya pasti mendaftar dan ikut seleksi di even ini," ujarnya kepada Radar Jogja Jumat (5/7).


Mimier senang mengoleksi kaset pita sejak 2013. Melihat ada potensi usaha, dirinya mulai menjual barang-barang koleksi kaset pita yang ia punya. Ia mempunyai sekitar 1.000 pcs kaset pita yang juga dijual di even ini.


"Koleksi yang paling mahal dan tua yakni pita kaset Good Bless yang terbit sekitar tahun 70-an dan beberapa kaset pita band rock Indonesia era 70-an," tuturnya.


Harga yang dipatok setiap kaset sekitar 10 ribu untuk jenis kaset biasa. Namun ia juga mempunyai kaset pita koleksi langka seperti lagu-lagu milik band White Shoes yang dihargai enilai Rp 950 ribu. "Karena itu memang langka dan yang jelas pasti original," jelasnya.


Menurutnya, animo pembeli di even Pasar Kangen cukup tinggi. Biasanya paling tinggi saat H+3 dan seterusnya. Banyak generasi milenial yang kemudian ikut tren mengoleksi kaset pita setelah mereka jalan-jalan ke lapak barang lawas di Pasar Kangen Yogyakarta. "Dari lihat jadi tertarik dan mulai mengoleksi," ungkapnya.

Ia juga merasakan even Pasar Kangen mampu menambah omzet penjualan kaset miliknya. Semula di hari biasa hanya bisa terjual sekitar 5-10 kaset, ketika di even ini bisa sampai terjual 30 kaset per harinya. "Jadi bisa tiga sampai empat kali lipat omzetnya," ujarnya.


Pedagang barang lawasan lainya, Arthur Valen menambahkan, ia menjual buku lama, kaset pita lama dan berbagai jenis audio lama. Produk unggulan di lapaknya adalah radio-radio tabung yang diproduksi sekitar tahun 1930an. "Harganya (radio tabung) mulai Rp 2,5 juta-Rp 5 juta," ujar pemilik lapak Bebarkas Nirmala itu.


Berbeda dengan Mimier, pihaknya murni jual beli dan bukan koleksi pribadi. Ia berjualan barang lama sudah dimulai sekitar 10 tahun lalu. Dirinya juga telah mengikuti even Pasar Kangen sekitar 7 tahunan. "Penjualannya kalau pas even sekitar dua kali lipat dari hari biasanya. Karena fokus saya di online," ungkapnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Taman Budaya Yogyakarta (TBY) #Yogyakarta #Pasar Kangen Jogja #radio #Barang Lawasan